Perlukah
induksi persalinan? Sebaiknya pahami terlebih dahulu apakah alasanya. Induksi
persalinan harus berdasarkan diagnosa medis, misalnya jika ibu hamil yang akan
melakukan proses persalinan, menderita diabetes atau tekanan darah tinggi. Akan
tetapi, induksi persalinan sebaiknya dihindari untuk bayi pertama, karena risikonya
sangat besar.
Berikut
adalah risiko dari induksi persalinan:
·
Ibu
hamil tidak dianjurkan untuk mengonsumsi banyak makanan saat persalinan.
Alasannya, karena akan mengakibatkan mual, muntah, dan risiko bedah caesar.
Namun jika memungkinkan, sarapanlah untuk menjaga energi. Konsultasikan dengan
dokter Anda, makanan yang dapat dikonsumsi selama persalinan.
·
Induksi
dapat meningkatkan risiko operasi caesar. Dikarenakan induksi bisa
mengakibatkan bayi terlilit tali pusar.
·
Tidak
akan bisa diprediksi kapan waktu Anda melahirkan setelah induksi. Skenario
induksi akan memakan waktu kurang lebih 1 hari bahkan bisa lebih.
·
Induksi
akan memakan waktu yang lama. Tujuan induksi adalah untuk membantu ibu hamil
melakukan persalinan normal dan memonitornya selama proses induksi.
Induksi
persalinan, baiknya dikomunikasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan,
suami, dan keluarga. Di negara Indonesia sendiri, induksi dilakukan karena
kurangnya pengetahuan pasien terhadap persalinan dan untuk mempercepat proses
persalinan.
Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .
