Korban Pasca Gempa Terancam Leptospirosis

Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia, meminta para korban gempa melengkapi dirinya dengan perlindungan agar tidak terkena penyakit leptospirosis. Penyakit leptospirosis merupakan penyakit infeksi akut yang dapat menyerang hewan maupun manusia yang disebabkan oleh bakteri leptospira yang kerap ditularkan oleh kencing tikus. Kulit yang terluka, baik itu sekedar goresan bisa menjadi pintu masuknya urin tikus yang terkontaminasi leptospira.

Reruntuhan bangunan dan kayu-kayu pasca gempa bumi yang tidak segera dibersihkan tentu akan menjadi tempat yang baik untuk sarang tikus, sumber penyakit ini. Oleh karena itu masyarakat harus diberitahu agar selalu memakai alas kaki dan sarung tangan, sehingga tidak menginjak langsung kotoran tikus dan terhindar dari luka akibat tertusuk paku yang dapat mengakibatkan tetanus.

Begitu pun dengan para petugas dan relawan yang menolong korban gempa. Mereka wajib dilengkapi dengan perlindungan diri seperti sepatu boot dan sarung tangan karena mayat yang mereka evakuasi dari lokasi reruntuhan dapat menjadi sumber penularan penyakit.

Agar Anda tidak tertular penyakit tersebut maka dapat dilakukan dengan pencegahan penularan dengan intervensi sumber penyakit seperti mengurangi populasi tikus (baik diracun, pasang jebakan, rodensia, dll). Bagi pekerja yang sering berhubungan dengan binatang harus memakai pelindung seperti baju, sepatu boot, masker, kaca mata, celemek, dll. Mencuci tangan dan tubuh lainnya dengan antiseptik setelah terpapar dengan percikan urin, atau air yang diduga terkontaminasi.

 

Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/   .