Mencegah Penyakit, Hindari Sanitasi Buruk

Mencegah penyakit, salah satunya dengan cara menghindari sanitasi yang buruk. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan lebih dari 1/4 penduduk Indonesia membuang tinja di sungai dan tanah. Hal ini tentunya mengakibatkan air sungai di perkotaan tercemar.

Tidak hanya air sungai, air tanah di perkotaan pun dinilai belum layak dikonsumsi. Hal ini terungkap dari hasil penelitian yang dilakukan Unilever bersama Sucofindo yang menyebutkan 48% air tanah di Jabodetabek dan Bandung positif tercemar E.coli. Bakteri ini merupakan penyebab utama diare.

Air yang tercemar diare pun dapat menyebabkan berbagai penyakit, di antaranya paratipus, demam tipus, hepatitis, iritasi lambung, anemia hingga kolera. Oleh karena itu, pastikan air yang dikonsumsi layak, dengan memenuhi berbagai syarat, antara lain tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak mengandung logam berat.

Sosialisasi akan pentingnya pengolahan air dan sanitasi yang baik pun harus terus digalakkan. Sanitasi yang buruk dengan cara membuang sampah atau limbah cair sembarangan di sungai, dapat menjadikan air sebagai sumber penyakit bahkan kematian.

Sanitasi yang dalam arti luasnya merupakan kebersihan, tidak terlepas dari kebiasaan dan infrastruktur. Dimana infrastruktur ini dibangun oleh pemerintah dan masyarakat, namun kebiasaaan harus melekat dalam diri masyarakat yang harus membuang sampah, mandi, dan mencuci dengan benar, serta perilaku baik lainnya.

Awali kebiasaan menjaga sanitasi baik dari diri sendiri dan keluarga. Dengan membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan. Secara perlahan terapkan kebiasaan ini pada lingkungan sekitar. Mencegah penyakit dapat menjadi hal yang mudah jika Anda mampu menjaga lingkungan tetap bersih.


Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .