Bisakah puasa membantu melawan kanker? Ada semakin banyak bukti yang mendukung peran puasa dalam pengobatan dan pencegahan kanker. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa membantu melawan kanker dengan menurunkan resistensi insulin dan tingkat peradangan. Selain itu, ternyata puasa meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk membantu melawan kanker yang sudah ada. Insulin adalah hormon yang memungkinkan sel mengekstraksi glukosa dari darah untuk digunakan sebagai energi. Ketika lebih banyak makanan tersedia, sel-sel dalam tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin. Resistensi insulin ini berarti bahwa sel-sel tidak lagi menanggapi sinyal insulin, yang mengarah ke kadar glukosa yang lebih tinggi dalam darah dan penyimpanan lemak yang lebih tinggi.
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa kondisi seperti obesitas dan diabetes tipe 2 adalah faktor risiko kanker. Ketika persediaan makanan langka, tubuh manusia mencoba untuk menghemat energi sebanyak mungkin. Salah satu cara menyelesaikan tugas ini adalah dengan membuat membran sel lebih sensitif terhadap insulin. Sel-sel dapat memetabolisme insulin lebih efisien, mengeluarkan glukosa dari darah. Sensitivitas insulin yang lebih baik mempersulit sel kanker untuk tumbuh atau berkembang.
Sebuah studi 2018 menemukan bahwa puasa dapat meningkatkan kualitas hidup pada orang yang menjalani kemoterapi untuk kanker payudara atau kanker ovarium. Penelitian ini menggunakan periode puasa 60 jam mulai 36 jam sebelum dimulainya perawatan kemoterapi. Hasilnya menunjukkan bahwa partisipan yang berpuasa selama kemoterapi melaporkan toleransi yang lebih tinggi terhadap kemoterapi, lebih sedikit efek samping terkait kemoterapi, dan tingkat energi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan mereka yang tidak berpuasa.
Berpuasa juga mengaktifkan sel-sel induk dari sistem kekebalan tubuh untuk memperbarui dan memperbaiki diri. Penelitian ini menunjukkan bahwa puasa tidak hanya mengurangi kerusakan sel, tetapi juga menggantikan yang rusak dan mengisi kembali sel darah putih dengan yang baru. Sel darah putih melawan infeksi dan menghancurkan sel yang dapat menyebabkan penyakit. Berpuasa mengacu pada tidak makan sama sekali atau mengonsumsi sangat sedikit kalori untuk jangka waktu tertentu. Siklus puasa dapat berlangsung antara 12 jam hingga 16 jam dalam sehari. Namun, masih perlu bukti yang lebih lengkap lagi mengenai manfaat puasa mencegah kanker.
