Bayi suka
memasukan benda ke mulut adalah suatu hal yang wajar. Anda tidak perlu
khawatir, karena hampir setiap bayi melalui tahap tersebut. Bahkan menurut
beberapa penelitian, itu adalah prasyarat untuk menjadi bayi cerdas. Bukan
makanan saja yang bayi masukkan ke dalam mulutnya, bisa tangan, mainan, jempol
kaki bahkan sepatu bisa masuk ke dalam mulutnya.
Menurut Jill
Stamm, Ph.D., salah satu penemu the New
Directions Institute for Infant Brain Development dan seorang asisten profesor klinis of psychology in education, Arizona State University di Tempe,
Arizona mengatakan bahwa “Otak adalah organ pencari sesuatu yang baru. Semuanya
baru untuk bayi, mereka ingin tahu apakah ini bisa dimakan atau barang ini akan
memakannya? Apakah saya bisa menggunakan ini? Apakah ini membahayakan? Itu
adalah yang otak butuhkan: mengumpulkan semua informasi.”
Tapi kenapa
semua harus dengan cara dimasukkan ke dalam mulut? Semua pencarian itu harus
menggunakan sensor-pencari kecil yang disebut neuron. “Bagian tangan dan mulut adalah bagian yang penuh dengan
sensor neuron dari seluruh tubuh
kita,” menurut Stamm, yang juga menulis buku Bright from the Start: The Simple, Science-backed Way to Nurture Your
Child’s Developing Mind from Birth to Age 3 (Penguin Press).
Dengan kata
lain, bayi melibatkan bagian yang paling sensorik dari tubuh mereka. Hal itu
mengapa mereka sering menghisap jempol mereka, bahkan ketika sedang dalam
kandungan, bayi melibatkan kedua sensor tersebut.
Tahap ini
akan berhenti sendirinya ketika si kecil sudah menguasai tangan mereka dan
mulai mengucapkan kata-kata. “Ketika si kecil sudah dapat mengartikulasikan
kata-katanya, sedikit demi sedikit dia akan berhenti memasukkan barang-barang
ke dalam mulutnya karena dia sibuk dengan hal baru yaitu berbicara,” ungkap
Stamm. Jika bayi Anda belum bisa “berbicara” atau menggenggam sesuatu, jangan panic,
sebaiknya Anda bawa bayi Anda ke dokter, agar bisa mengetahui apa yang salah
dengan si kecil.
Bayi suka
memasukkan benda ke mulut? Boleh saja, asalkan tidak sembarangan benda dan
pastikan terjaga kebersihannya. Semoga artikel ini menginspirasi.
Untuk
informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu
dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .
