Bumil mungkin pernah merasakan bayi cegukan dalam kandungan. Hal ini biasanya ditandai dengan sentakan dari dalam perut yang terasa lebih halus dari tinju atau tendangan dan terjadi berkali-kali dengan jeda tertentu. Namun, normalkah kondisi ini? Yuk, Bumil simak pada artikel ini.
Dalam kandungan, bayi tidak hanya bisa bergerak dan menendang saja. Salah satu aktivitas bayi yang cukup unik dalam kandungan adalah cegukan. Mungkin ibu akan merasa aneh karena ada gerakan-gerakan halus tapi berulang. Cegukan pada bayi dalam kandungan tidak perlu dikhawatirkan berlebih. Hal ini menandakan bahwa fungsi pernapasan bayi dalam kandungan dalam kondisi sehat dan berkembang dengan baik.
Biasanya, bayi dalam kandungan mengalami cegukan saat usia kehamilan memasuki trimester kedua dan ketiga. Namun tidak jarang, pada trimester pertama bayi dalam kandungan juga mengalami cegukan.
Apakah Penyebabnya?
Sistem Saraf Pusat Bayi Sudah Lengkap
Hal ini memungkinkan bayi untuk bernapas melalui plasenta. Tentu hal ini adalah kabar baik bagi orangtua, karena artinya bayi berkembang dengan sehat dalam kandungan ibu.
Kontraksi pada Diafragma
Bayi dalam kandungan bernapas melalui plasenta di dalam air ketuban. Ketika air ketuban masuk ke dalam paru-paru, diafragma janin berkontraksi dengan sangat cepat. Inilah yang menyebabkan bayi dapat cegukan dalam kandungan ibu.
Selain waktu cegukan yang berlangsung lebih lama, jika ibu merasa bayi dalam kandungan cegukan disertai dengan perut yang semakin mengencang, sebaiknya ibu perlu waspada. Kondisi ini bisa disebabkan oleh tali pusat yang menekan bayi, sehingga asupan oksigen dan darah dari ibu untuk bayi terhambat. Perhatikan jika gerakan bayi semakin lambat atau berkurang.
