Bagi Anda para orangtua yang memiliki anak kecil, kini harus lebih waspada. Pasalnya, penculikan anak kembali marak terjadi di negara kita. Jika ditelusuri lebih jauh, ternyata kebanyakan korbannya adalah anak-anak usia balita. Hal tersebut diakibatkan karena mereka umumnya mudah dirayu, dibohongi dan tidak memiliki prasangka buruk. Selain itu juga logika mereka masih belum berjalan dengan sempurna, disamping lemahnya kekuatan fisik untuk melakukan perlawanan.
Umumnya motif yang mendasari sebuah penculikan adalah masalah ekonomi. Namun begitu, terdapat beberapa motif lain seperti dendam terhadap orangtua atau keluarga si anak, perebutan hak untuk mengasuh anak, motif politik bahkan sampai kelainan perilaku si penculik. Kerugian yang harus ditanggung keluarga korban maupun korban sendiri pun bermacam-macam, mulai dari gangguan fisik, kerugian materi sampai melayangnya nyawa korban.
Oleh karena itu, kita sebagai orangtua yang memiliki anak kecil, terutama balita, harus semakin waspada agar kejadian di atas tidak menimpa salah satu keluarga kita. Berikut ini beberapa tips yang bisa dijadikan pertimbangan untuk menghindarkan anak kita dari penculikan:
>Berikan pengertian pada anak kita pentingnya kewaspadaan terhadap orang lain, terutama kepada orang yang belum dikenal, misalnya dengan mengajarkan anak kita untuk menolak diajak pergi atau menolak hadiah apapun dari orang yang belum dikenal. Selain itu anak kita juga harus diajarkan untuk tidak sembarangan membiarkan orang asing masuk ke dalam rumah dan tidak pergi keluar rumah sendirian.
>Ajari anak teknik-teknik dasar beladiri agar bisa melepaskan diri dari sekapan penculik. Bisa juga dengan mengajarkan apa yang harus dilakukan jika ada orang yang berusaha menculiknya, misalnya dengan berteriak minta tolong atau berusaha menarik perhatian dari orang-orang di sekitar.
>Jika mengajak pergi ke tempat keramaian, ajari sang anak agar tidak memisahkan diri dari orangtua atau pengasuh, serta bekali anak dengan pengetahuan tentang lokasi petugas bagian informasi atau satpam. Selain itu sertakan nama dan nomor telepon orangtua, misalnya dengan memasang di kalungnya, agar Anda mudah dihubungi jika anak ditemukan oleh orang lain.
>Orangtua harus selektif dalam memperkerjakan orang-orang di rumah, terutama pengasuh dan sopir. Sebelumnya menerima sebagai pekerja, ada baiknya mengecek identitas dan kredibilitas mereka pada penyalur tempat kita mengambil mereka atau pada majikan tempat mereka bekerja sebelumnya, jika perlu datangi alamat yang tertera di KTP mereka untuk meyakinkan bahwa alamat mereka asli.
>Ajari anak untuk tidak sembarangan memberikan informasi mengenai keluarga seperti kebiasaan-kebiasaan atau jadwal orangtua, nomor telepon dan alamat rumah kepada orang tidak dikenal yang bertanya kepadanya, karena informasi-informasi ini dapat disalahgunakan oleh orang yang berniat jahat.
>Orangtua perlu bekerjasama dengan pihak sekolah untuk bersama-sama mencegah terjadinya penculikan, misalnya dengan membuat sistem dimana pihak sekolah hanya memperbolehkan anak meninggalkan sekolah bila sudah dijemput oleh orang yang identitasnya sesuai dengan yang diberikan oleh orangtua atau anak sudah dijemput oleh mobil jemputan resmi sekolah.
>Usahakan untuk tetap menyempatkan waktu melakukan pengawasan dan komunikasi dengan anak, sesibuk apapun pekerjaan orangtua. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menelepon anak atau menyisihkan waktu untuk mendengar cerita anak mengenai kejadian-kejadian yang dialaminya sepanjang hari itu agar orangtua dapat mengantisipasi kemungkinan ada orang yang berniat buruk pada anak Anda.
Semoga tips di atas dapat membantu Anda.
Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .
