Air ketuban
pecah merupakan berita yang akan membuat khawatir bagi ibu hamil dan kelurga
yang mendampingi. Karena air ketuban pecah merupakan tanda-tanda ibu hamil
sudah siap untuk melahirkan. Namun, air ketuban pecah bisa disebabkan hal lain,
yaitu ketika ibu hamil kurang fit
atau sedang sakit.
Ibu hamil
dengan risiko air ketuban pecah bisa jadi adalah hal yang mengerikan pada masa
kehamilan. Namun, ibu hamil dan keluarga harus tetap tenang. Berikut adalah
tips ibu hamil ketika mengalami air ketuban pecah sebelum bergegas ke rumah
sakit.
·
Air
ketuban normalnya berwarna bening atau tidak berwarna. Jika air ketuban
berwarna coklat atau hijau, inilah tanda-tandanya ibu hamil harus segera
mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
·
Air
ketuban normalnya tidak berbau. Jika air ketuban memiliki aroma yang kurang
sedap, menunjukkan bahwa kemungkinan tubuh ibu hamil terinfeksi.
·
Tips
ibu hamil ketika mengalami ketuban pecah, bisa mengingat atau mencatat kapan
tepatnya ketuban pecah. Karena pada saat ketuban pecah, maka tingkat terserang
infeksi sangat tinggi. Ibu yang mencatat waktunya, akan sangat membantu dokter
saat merawat ibu hamil dan melakukan tindakan paling tepat pada kondisi ibu
hamil pada saat itu. Sekitar 70-80% ibu hamil akan melahirkan dalam waktu 24
jam setelah ketuban pecah.
·
Perhatikan
cairan ketuban ketika keluar. Air ketuban pecah biasanya mengalir dengan
perlahan, kemudian akan semakin mengalir ketika adanya kontraksi. Jika terjadi
kondisi seperti ini, saatnya ibu hamil mendapatkan perawatan medis di rumah
sakit.
Tips di atas dapat
membantu ibu hamil dan keluarga untuk lebih siap ketika menghadapi kondisi air
ketuban pecah sebelum bergegas ke rumah sakit.
Untuk
informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu
dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .
