Hubungan ibu mertua dan menantu perempuannya selalu digambarkan tidak harmonis. Padahal tidak sedikit yang memiliki hubungan baik karena mampu mempertahankan keharmonisan di antara keduanya. Jika Anda saat ini merasa masih sulit untuk menjalin hubungan dengan mertua, tips berikut ini mungkin bisa membantu:
Kenali kepribadian ibu mertua
Satu hal yang perlu Anda lakukan sebelum menjalin hubungan dengan orang lain ialah mengenali kepribadiannya. Begitu pun dengan ibu mertua, kenalilah kepribadiannya sehingga Anda bisa menghadapinya tanpa harus terjadi kesalahpahaman. Mintalah pasangan untuk menceritakan seperti apa ibunya dan apa yang sebaiknya Anda lakukan ketika menghadapinya.
Sejalan dengan suami
Jika Anda tidak ingin mertua atau orang lain mencampuri urusan rumah tangga, biasakan untuk selalu sejalan dengan suami. Tetapkanlah peraturan umum dalam aspek-aspek penting, seperti dalam pengasuhan anak, mengelola keuangan, dan lainnya. Mertua akan merasa sungkan untuk memaksakan pendapatnya bila bertentangan dengan kesepakatan Anda dan suami yang kuat dan selalu sejalan.
Apa harapan ibu mertua Anda?
Sulit bagi ibu mertua melepaskan anak kesayangannya untuk selanjutnya diurus oleh Anda. Mungkin hal itu yang membuat hubungan mertua dan menantu tidak berjalan baik. Salah satu jalan keluar yang bisa Anda lakukan ialah menunjukkan bahwa Anda bisa menjadi yang terbaik bagi anaknya.
Mencari informasi mengenai harapan ibu mertua akan pernikahan Anda melalui suami atau orang terpercaya lainnya. Jangan lupa menggali informasi karakteristik menantu seperti apa yang menjadi idaman ibu mertua.
Menyenangkan mertua
Cobalah untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan mertua. Bisa dengan memberikannya hadiah, diajak berbelanja bersama cucu-cucunya. Ada juga mertua yang sudah senang melihat Anda mengurus anaknya, baik dengan cara memasakkan, mengurus bayi tanpa babysitter, dan lainnya.
Oleh karena itu, kenalilah mertua Anda sebaik mungkin untuk mengetahui apa yang membuatnya senang. Jika tuntutan mertua melebihi kemampuan Anda, diskusikanlah bersama suami untuk mencari jalan keluarnya. Suami yang pengertian akan membantu Anda mengatasi masalah ini dan menjelaskan kepada ibunya sebaik mungkin.
Lakukan kegiatan bersama
Mertua Anda sering mengomel walaupun dipicu masalah kecil? Mungkin salah satu penyebabnya karena kesepian. Sebagai seseorang yang sudah berusia lanjut, mertua Anda mungkin akan merasa kesepian dan ingin diberi banyak perhatian. Ketika kebutuhannya ini tidak didapatkan, bisa muncul berbagai hal, seperti terlihat sedih, mengomel, atau sering menyalahkan orang lain.
Atasi masalah ini dengan meluangkan waktu melakukan kegiatan bersama mertua. Mengajak mertua jalan-jalan atau melakukan kegiatan favoritnya. Anggaplah mertua Anda sebagai orang tua sendiri.
Mencari sisi positif
Mertua Anda mungkin sering mengomel, mengkritik cara Anda mengurus rumah tangga. Namun di balik semua hal negatifnya, tentu masih tersisa sisi positif dari sang mertua. Mengapa mertua memberikan kritik pada rumah tangga Anda? Mungkin itu karena beliau selalu memperhatikan perkembangan kehidupan Anda dan suami. Dan mengapa mertua Anda selalu mengomel? Mungkin karena beliau ingin Anda menjadi lebih baik lagi.
Ceritakan hal-hal positif mertua pada orang lain, dan hindari mengumbar cerita negatif tentangnya. Terlebih jika Anda menceritakannya pada orang tua kandung. Hadapi permasalahan rumah tangga hanya dengan suami agar permasalahan tidak memanas.
Atasi kritikan mertua dengan santai dan anggaplah semuanya positif bagi kehidupan rumah tangga Anda. Ketika hubungan Anda dan ibu mertua bisa terjalin harmonis, berbagai keuntungan akan mengikuti. Anggaplah mertua sebagai orang tua kandung karena pastinya mereka juga telah menganggap Anda sebagai anak sendiri.
Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .
