Tahapan Masa Nifas: Penting Diketahui Ibu!

Masa nifas terbagi dalam 3 tahap dan terjadi kurang lebih selama 6 minggu. Masa nifas atau puerperium dimulai sejak 1 jam setelah lahirnya bayi. Masa nifas adalah masa dimana plasenta dan alat-alat reproduksi pulih seperti sebelum hamil. Penting bagi ibu mengetahui tahapan-tahapan masa nifas sebagai langkah pencegahan awal.

 

Puerperium dini

Pada tahap ini, Anda telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan. Anda juga dibolehkan bekerja setelah 40 hari.

Puerperium intermedial

Pemulihan alat-alat genetalia eksternal dan internal secara keseluruhan berlangsung selama 6-8 minggu.

Remote puerperium

Pada tahap ini, ibu membutuhkan waktu selama berminggu-minggu bahkan tahunan untuk sehat sempurna, terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mengalami komplikasi.

 

Sedangkan menurut periode waktunya, ibu akan mengalami 3 tahapan masa nifas. Selama tahapan ini berlangsung, ibu akan mengalami perubahan pada sistem tubuhnya, seperti rahim hingga alat-alat genital wanita. Berikut tahapan-tahapannya:

Periode immediate postpartum

Fase ini terjadi mulai dari bayi lahir hingga 24 jam. Pada masa ini, Anda akan mengalami banyak masalah, seperti pendarahan karena atonia uteri. Dengan begitu, ahli kesehatan atau bidan harus melakukan pemeriksaan kontraksi uterus, pengeluaran lokea, tekanan darah, dan suhu secara teratur.

Periode early postpartum

Fase ini berlangsung selama 24 jam hingga 1 minggu. Pada tahap ini, ahli kesehatan atau bidan akan memastikan involusi uteri dalam keadaan normal, tidak ada perdarahan, lokea tidak berbau busuk, tidak demam, makanan dan cairan ibu tercukupi, serta Anda menyusui dengan baik.

Periode late postpartum

Fase ini berlangsung selama 1-5 minggu. Pada periode ini, ahli kesehatan atau bidan tetap melakukan perawatan dan pemeriksaan secara teratur serta konseling Keluarga Berencana (KB).

Agar tahapan masa nifas berlangsung secara normal, ibu harus menjaga kebersihan agar terhindar dari infeksi. Infeksi sering terjadi jika proses persalinan berlangsung lama, ketuban pecah terlalu lama, tertinggalnya selaput ketuban, dan terjadi pembekuan darah dalam rongga rahim. Hal ini mengakibatkan rahim menjadi lembek dan tidak berkontraksi sehingga terjadi pendarahan hebat, bahkan bila terjadi komplikasi bisa menyebabkan kematian.

Oleh karena itu, saat tahapan nifas berlangsung, tidak diperbolehkan melakukan hubungan seksual. Dikhawatirkan sisa-sisa kehamilan yang seharusnya terbuang dari rahim, malah kembali terbawa ke dalam dan akhirnya menimbulkan infeksi. Agar terhindar dari kuman penyebab infeksi, jangan lupa jaga kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar ya, Moms!

 

 

Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .