Sukses ASI Eksklusif untuk Ibu Bekerja

Bagi ibu yang bekerja, jangan khawatir tidak dapat memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Karena dengan pengetahuan dan dukungan yang cukup akan membantu Anda sukses dalam memberikan ASI selama 6 bulan penuh, atau malah hingga usia bayi 2 tahun atau lebih.

Banyak jalan menuju Roma, begitu pula dengan menyusui. Terapkanlah manajemen ASI sebaik-baiknya agar kebutuhan ASI bayi Anda terpenuhi sekalipun saat berada di kantor. Lakukan tahap-tahap berikut ini:

 

Saat hamil

  • Beritahu pihak kantor mengenai rencana Anda tetap memberikan ASI ketika kembali dari cuti melahirkan.
  • Periksa ruangan kantor yang dapat digunakan untuk memerah ASI.
  • Pelajari cara pengantaran ASIP (ASI Perah), apakah menggunakan jasa antar ASIP atau membawa sendiri setelah pulang kerja.
  • Periksa fasilitas kantor, apakah tersedia mesin pendingin (kulkas) untuk menyimpan ASIP, yang telah dihasilkan sejak pagi agar tidak mudah basi.

 

Setelah melahirkan

  • Perah ASI di sela-sela waktu setelah menyusui. Anda akan terbiasa melakukan ini ketika di kantor. Lakukan memerah susu menggunakan tangan, jika sulit beralih ke pompa ASI.
  • Berikan ASIP menggunakan metode selain dot seperti pipet, cangkir, sendok kecil, dan sebagainya. Agar bayi tidak bingung ketika menyusu langsung dari payudara.
  • Perhatikan jadwal menyusui, agar nanti dapat Anda terapkan setelah kembali bekerja di kantor.
  • Lakukan uji coba 1 hari dengan meninggalkan bayi sebelum masa cuti berakhir.

 

Ketika kembali bekerja

  • Susui bayi hingga kenyang sebelum pergi ke kantor.
  • Siapkan wadah untuk menyimpan ASIP yang sudah disterilkan terlebih dulu. Wadah juga harus disesuaikan dengan kebutuhan bayi untuk sekali minum.
  • Usahakan agar perpisahan dan pertemuan kembali dengan bayi dilakukan dalam suasana gembira.

 

Berada di kantor

  • Perah ASI sesuai jadwal menyusui atau minimal 3 jam sekali. Atau sebelum payudara terasa penuh.
  • Pastikan hasil ASIP cukup untuk 1 hari selama Anda bekerja. Jangan khawatir jika pada saat pertama memerah ASI, tidak sebanyak yang Anda harapkan.
  • Simpan hasil ASIP pada kulkas yang tersedia di kantor dengan suhu 5° C (jangan sampai beku). Jika akan memberikan ASIP dalam jangka waktu kurang dari 6 jam, ASIP dapat disimpan dalam suhu ruangan.
  • ASIP juga dapat disimpan dengan termos yang telah diberi es batu, yang akan tahan selama 24 jam.
  • Pastikan pengasuh bayi memberikan ASI sesuai jadwal menyusu bayi.
  • Saat hampir tiba di rumah, minta kepada pengasuh bayi untuk tidak memberikan ASIP karena Anda akan menyusuinya langsung.

 

Berikan ASIP yang pertama kali diperah kepada bayi. Anda dapat memberikan tanggal pada wadah, setiap melakukan pemerahan. Hangatkan ASIP dengan cara meletakkan botol di wadah air hangat selam 15 menit. Jika ada sisa dari tiap wadah, segera buang untuk tetap menjaga kebersihan dan kualitas ASI.

 

Ibu yang bekerja pasti merasakan dilema ketika meninggalkan bayi yang baru dilahirkannya di rumah. Namun Anda harus tetap berpikir positif agar pemberian ASI tetap berjalan lancar untuk memenuhi kebutuhan bayi. Pastikan kebersihan tangan terjaga saat memerah ASI dan lakukan dengan keadaan tenang agar hasil perahan sesuai dengan kebutuhan bayi.

 

 

 

Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .