Selamat, Anda Menjadi Ayah

Saat Anda diberi selamat bisa jadi banyak hal yang Anda rasakan. Salah satunya mungkin adalah merasa bangga karena Anda sudah benar-benar menjadi pemimpin utama rumah tangga sekarang. Atau sebaliknya malah merasa tegang dengan peran baru Anda, bahkan mungkin Anda merasakan kedua hal tersebut sekaligus. Perlu diketahui bahwa bukan hanya ibu yang akan berhadapan dengan penyesuaian emosional dimasa-masa ini, tetapi ayah juga memerlukan tahap adaptasi, pembelajaran dan pengembangan dalam hal yang satu ini.

Seperti biasa, alangkah bijaksananya jika komunikasi antar pasangan tetap terjaga dalam rangka berhadapan dengan saat-saat yang menyenangkan namun penuh tantangan sebagai orang tua. Dengan cara seperti ini, saling pengertian antara Anda dengan pasangan akan terjalin dengan baik sehingga Anda maupun pasangan dapat saling memberikan bantuan dan dukungan yang tepat.

Dalam artikel sebelumnya, kita dapat melihat secara emosional, perempuan dapat terpengaruh dalam fase postpartum. Tapi kali ini, kita akan membicarakan sang ayah. Mengeksplor pengalaman umum yang didapatkan oleh pria ketika mereka mengalami masa transisi untuk menjadi orang tua dan membahas beberapa ide praktis untuk membantu mereka ketika para pria menemukan, untuk kemudian menetap dalam peran baru mereka sebagai seorang ayah.

Kebanyakan pria sering mengungkapkan apa yang menjadi kekhawatiran mereka saat akan menjadi orang tua adalah :

  • Kesehatan sang ibu juga anak setelah melahirkan.
  • Tanggung jawa, sebagai contoh adalah pengaruh kelahiran bayi pada keuangan keluarga, terutama bila ibu berhenti dari pekerjaannya, sehingga menjadikan ayah sebagai satu-satunya pencari nafkah.
  • Pengetahuan dalam bagaimana merawat bayi dan menjadi seorang "ayah yang baik".
  • Menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi dalam hubungan dengan sang istri, termasuk pertanyaan: "akankah kita akan berhubungan seks lagi?"

Daftar diatas memang tidak bisa dikatakan sebagai daftar lengkap dari kekhawatiran yang dirasakan oleh kaum pria disaat mereka akan menjadi orang tua. Tapi, itu adalah rangkuman dari kekhawatiran yang paling umum yang biasa terjadi pada kaum pria. Karena secara umum, adalah hal yang biasa bagi pria untuk merasakan kekhawatiran-kekhawatiran tersebut sehingga perasaan bangga dan gairah yang dirasakan oleh sang calon ayah ternyata dihantui oleh stres dan perasaan cemas. Namun, kebanyakan pria akan merasa terbantu untuk membicarakan hal ini dengan sesama calon ayah yang lain, mungkin juga dengan rekan suatu kelas konseling calon orang tua, teman-teman ataupun juga keluarga yang juga tengah berada di posisi yang serupa atau cukup dengan seorang yang baru saja menjadi ayah. Tindakan ini dilakukan hanya untuk mengetahui bahwa Anda bukanlah satu-satunya orang yang berhadapan dengan konflik emosional tersebut.

Cemas terhadap tanggung jawab dan hubungan antara Anda dengan pasangan dapat Anda kikis dengan banyak menghabiskan waktu bersama, sebelum kelahiran sang bayi demi mempersiapkan rencana postpartum dengan si dia. Dengan cara ini, Anda dapat membicarakan dengan pasangan tentang "siapa yang akan melakukan apa" sehingga dapat menghindari salah pengertian dan rasa frustasi antara Anda dengan pasangan saat bayi lahir nanti. Sangat penting untuk terus menjaga komunikasi tentang harapan dan tanggung jawab sesering yang Anda perlukan di masa-masa postpartum.

Untuk menghilangkan kekhawatiran Anda terhadap pengasuhan bayi, bicaralah dengan sesama ayah yang lain, jika perlu orang tua Anda atau sekedar memperhatikan orang lain pada saat mengasuh bayi mereka. Kami sangat mengerti bahwa Anda mungkin takut karena melihat anak Anda begitu kecil dan terlihat rapuh. Tapi Anda akan mengetahui bahwa tidak akan terjadi apa-apa hanya karena Anda menggendongnya dengan posisi yang salah. Kami percaya bahwa dengan insting yang Anda miliki Anda akan bisa mengasuh bayi Anda dengan baik. Mintalah pertolongan bila Anda memerlukannya dan yang harus Anda ingat, bukan berarti ayah harus melakukan hal yang sama dengan ibu. Setiap orang pun memiliki kelemahannya masing-masing dalam hal ini, jadi Anda tidak perlu harus merasa mampu melakukan apa saja demi bayi Anda, selama bayi baik-baik saja, lakukan apa yang bisa Anda lakukan.

Jikan menurut Anda perlu, Anda bisa saja ikut dalam kursus perawatan bayi. Dengan menambah pengetahuan Anda, ketakutan-ketakutan Anda bisa dikesampingkan dan Anda juga bisa lebih menikmati saat-saat dengan bayi Anda. Tidak ada salahnya juga bila Anda memiliki buku tentang perawatan bayi yang baik sehingga bisa membantu meyakinkan Anda untuk menyambut kelahiran anak Anda.

Kita telah membahas dan berusaha memecahkan permasalahan ayah dalam postpartum dan sekarang Anda telah mengetahui apa yang bisa Anda lakukan sebagai ayah dalam masa-masa ini. Dan kami ucapkan, selamat menjadi ayah.


Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .