Rangsang Kecerdasan Si Kecil Sejak Trimester Tiga Kehamilan

Salah besar bila orangtua berpendapat, menstimulasi daya kreatif anak dimulai pada saat anak masuk TK. Pasalnya, otak berkembang cepat di masa terakhir kehamilan dan selama satu tahun setelah lahir. Penginderaan janin di trimester akhir kehamilan juga sudah berkembang, seperti indera pendengaran dan penglihatan. Jadi, dengan stimulasi yang diberikan, sel-sel otak terangsang untuk berkembang lebih pesat. Supaya si kecil memiliki kecerdasan dan daya kreatif yang tinggi, ada 3 hal penting yang perlu dilakukan ibu hamil.

>Beri sentuhan

Mengelus-elus perut sangat baik untuk pertembuhan afeksi si jabang bayi. Juga sebagai tanda bagi janin bahwa dirinya mendapat respon dari lingkungannya. Saat ibu merasakan gerakan-gerakan janinnya, curahkan elusan kasih sayang nan lembut, sehingga janin mengaktifkan fungsi pendengarannya. Dia akan merasakan, inisiatifnya dalam bentuk gerakan-gerakan, mendapat respon positif dari orang-orang terdekatnya.


>Ajak bicara

Berkomunikasi dengan si janin sangat penting dilakukan agar janin mengenal suara orangtuanya, sekaligus merangsang fungsi indera pendengarannya. Bahkan berbagai riset di luar negeri memaparkan, berkomunikasi dengan janin berdampak pada kemampuan berbahasa si anak kelak. Jika dibiasakan bercakap-cakap, dia mampu berbahasa lebih lancar dibanding anak yang selagi di kandungan ibunya jarang diajak berbincang. Lontarkan berulang-ulang, "Mama dan Papa sayang padamu", misalnya.


>Perdengarkan musik

Penelitian menyebutkan, musik klasik mozart sangat baik untuk menstimulasi janin sekaligus menenangkan ibu hamil. Jika ibu stres atau gelisah, janin akan merasakan hal yang sama. Respon yang ditujukan biasanya dalam bentuk gerakan-gerakan yang lebih keras. Karena itu, usahakan berada dalam kondisi rileks dan nyaman. Alunan musik, selain menenangkan juga dapat meningkatkan kecerdasan dan kreativitas anak dibanding yang tidak distimulasi.

Dalam hal ini tentu sang ayah juga harus ikut terlibat. Ayah pun harus terlibat dalam menstimulasi janinnya. Memang, selama ini beredar anggapan, pengasuhan bayi terletak sepenuhnya di tangan ibu. Apalagi ketika pra-lahir, ayah biasanya tak ikut campur untuk mengelus-elus ataupun bercakap-cakap dengan janin. Padahal, janin juga perlu mengenal suara ayahnya. Jadi, tak usah ragu-ragu, disela-sela kesibukan mencari rupiah, sempatkan membelai dan bercakap dengan janin. Jika ayah betul-betul sibuk, kerja siang-malam tak kenal waktu, rekam suaranya dalam kaset dan perdengarkan pada janin.

 

 

Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/.