Psikologi Anak: Bagaimana Atasi Anak Takut Gelap ?

Psikologi anak tentu berbeda-beda satu sama lain. Sebagian anak memiliki kepribadian pemberani, namun sebagian lainnya berkepribadian penakut. Apakah ini wajar untuk anak Anda? Tentu saja ini hal yang wajar jika dialami oleh semua anak. Selain terkait dengan psikologinya, berhubungan juga dengan usianya yang masih kecil atau batita.

Seperti contoh, saat lampu mati dan tiba-tiba saja si kecil menjerit dan menangis ketakutan. Di usianya yang masih batita, anak akan selalu memiliki imajinasi yang tinggi. Bisa jadi pada saat mati lampu, ia memikirkan hal-hal yang aneh seperti membayangkan monster yang hadir di hadapannya dan menakut-nakutinya.

Psikologi anak seperti hal di atas sangat wajar dan akan dialami oleh setiap anak di masa batitanya. Anda tidak perlu khawatir akan rasa takut yang dialami sang anak, karena hal tersebut hanya akan dialaminya di usia batita setelah usianya melewati 3 tahun dan perasaan takut pun akan mereda dengan sendirinya.

Lalu apa saja yang harus Anda lakukan untuk mengatasi psikologi anak yang takut dengan gelap? Berikut beberapa langkah tepat yang perlu Anda ketahui :

  1. Jangan selalu mengancam si kecil jika ia tak mendengar perkataan Anda. Seperti contoh, Anda menakut-nakutinya dengan mengatakan, "Hi, di situ ada hantunya. Ayo kesini, jangan main disitu!" Karena Anda sering mengatakan hal tersebut, awalnya yang ia tidak tahu seperti apa hantu itu menjadi tahu dan takut. Dengan imajinasinya yang tinggi dan terus berkembang, anak akan terus merasa ketakutan. Selain itu, jauhkan juga anak dari tontonan atau film-film horor ataupun buku yang menakutkan. Dan orang tua pun disarankan untuk tidak menakut-nakuti anak jika ia tidak menurut pada Anda.
  2. Temani si kecil di saat lampu mati. Tetap dampingi anak dalam kegelapan agar ia tetap merasa aman bersama Anda. Supaya keadaan mati lampu tidak menjadi menakutkan bagi si kecil, Anda bisa menciptakan suasana yang menyenangkan walaupun dalam keadaan gelap. Buat si kecil selalu tertawa dengan cerita dongeng yang lucu atau bermain bayangan dengan menggunakan lampu senter. Dengan begitu, anak tidak akan pernah takut dalam keadaan gelap.
  3. Anak merasa takut gelap bisa terjadi karena adanya trauma, misalkan saat ia pernah terkunci di dalam ruangan yang gelap hingga ia merasa ketakutan. Oleh karena itu, lebih baik untuk tidak mematikan lampu kamarnya di saat tidur. Selain itu, tetap biarkan boneka-boneka kesayangannya berada di dekat tempat tidurnya untuk selalu menemaninya selama ia tidur.
  4. Sebagai orang tua bersikaplah bijak dan jangan pernah menyalahkan atau memarahi si kecil karena sikapnya yang selalu takut pada kegelapan. Karena hal tersebut hanya membuat anak menjadi semakin takut.

Psikologi anak terkadang tidak bisa kita tebak. Di usia anak batita maupun balita, mereka masih menjalani tahap perkembangan tumbuh kembangnya. Dengan begitu, pola pikirnya dapat Anda asah sejak dini dengan mengajarkan berbagai hal yang positif agar anak selalu memiliki imajinasi yang baik.


Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .