Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lebih dari 75 juta orang Amerika Serikat dan Eropa menderita osteoporosis. Sedangkan dua dari lima orang di perempuan Indonesia beresiko mengalami osteoporosis, dimana sekitar 90% kaum perempuan dan 41,8% pria mengalami gejala penyakit yang ditandai dengan berkurangnya kepadatan tulang secara cepat, sehingga menyebabkan tulang menjadi keropos dan rapuh. Hal ini diungkapkan pada peringatan Hari Osteoporosis yang diperingati setiap tanggal 20 Oktober.
Penyakit osteoporosis sampai saat ini telah mengakibatkan 2,3 juta kasus patah tulang per tahun di dunia. Di Indonesia, sebanyak 32,3% perempuan dan 28,88% laki-laki sudah terserang penyakit osteoporosis yang merupakan penyakit degenaratif. Penyakit yang diakibatkan oleh dampak peningkatan usia harapan hidup dan perubahan gaya hidup dalam masyarakat. Meningkatnya faktor resiko terkena osteoporosis ini pun berhubungan dengan usia harapan hidup dan pengetahuan masyarakat yang masih rendah mengenai pencegahan osteporosis.
Penyakit ini tidak bisa dihindari namun dapat dijaga agar tidak menimbulkan gangguan fungsi tubuh, terutama pada perempuan di Indonesia. Caranya dengan memperhatikan kecukupan gizi dan beraktivitas fisik, misalnya dengan berolahraga secara teratur minimal 30 menit dan tiga kali dalam seminggu. Dan yang tidak kalah penting hindari merokok, minuman beralkohol dan narkoba.
Di Indonesia, Hari Osteoporosis Nasional (HON) telah diperingati selama tujuh tahun sejak 2002. HON merupakan program kerjasama antara Depkes dengan Perhimpunan Ahli Osteoporosis Indonesia (Perosi), Perhimpunan Wanita Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi), dan Fontera Brand Indonesia, produsen susu dari salah satu brand terkenal di Indonesia.
Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .
