Penyakit
pada uretra, salah satunya adalah striktur uretra, waspada jika Anda alami
nyeri saat buang air kecil. Itu merupakan gejala awal penyakit striktur uretra.
Apa itu uretra? Uretra adalah bagian penting dari saluran kemih, berupa tabung
atau saluran yang mengalirkan urin dari kandung kemih.
Kondisi Normal
Saat
buang air kecil, kandung kemih mengosongkan urin melalui uretra dan keluar dari
tubuh. Bersama-sama, uretra prostat dan uretra membran membentuk bagian yang
disebut uretra posterior/proksimal. Bulbar uretra, uretra penis dan meatus
membentuk bagian yang disebut uretra anterior/distal.
Apakah Striktur Uretra Itu?
Striktur
uretra adalah penyempitan saluran yang terjadi pada bagian uretra. Striktur
uretra lebih sering terjadi pada laki-laki karena uretra laki-laki lebih
panjang daripada uretra perempuan.
Kondisi
berikut dapat menyebabkan striktur uretra:
1. Infeksi
Infeksi
gonore pada uretra dahulu menjadi penyebab paling umum dari striktur uretra.
Infeksi saluran kemih yang sering terjadi seperti sistitis bakteri tidak
menyebabkan striktur.
Infeksi
prostat, seperti prostatitis akut, prostatitis kronis, atau prostatitis non
bakterial, atau infeksi pada epididimis, seperti epididimitis akut atau kronis
epididimitis, juga menyebabkan terjadinya striktur.
2. Trauma eksternal
Trauma
dari luar seperti cedera straddle (jatuh posisi mengangkang). Patah tulang panggul
juga dapat menyebabkan striktur uretra.
3. Operasi bedah terbuka atau
endoskopi
Prosedur
bedah apapun yang melibatkan uretra dapat mengakibatkan striktur.
Apa
Saja Gejala Striktur Uretra?
·
Nyeri
saat buang air kecil
·
Aliran
urin melemah
·
Output
urin menurun
·
Pancaran
urin yang menyebar atau bercabang dua
·
Adanya
darah dalam urin
·
Discharge
uretra
·
Infeksi
saluran kemih pada pria
·
Infertilitas
Bagaimana striktur uretra didiagnosis?
Evaluasi
pasien dengan penyakit striktur uretra meliputi pemeriksaan fisik, pencitraan
uretra (sinar-X atau USG) dan kadang-kadang urethroscopy.
Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi?
Tekanan
yang lebih besar diperlukan oleh otot kandung kemih untuk melewatkan urin
melalui daerah striktur. Sisa urin ini kemungkinan besar menjadi terinfeksi.
Hal ini membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi kandung kemih, prostat, dan
ginjal.
Apa pengobatan untuk striktur uretra?
Pengobatan
yang disarankan oleh dokter spesialis Anda akan tergantung pada faktor-faktor
seperti lokasi dan panjang striktur Anda, dan juga usia dan keadaan umum Anda.
Pilihan terapi meliputi:
·
Dilation
(Pelebaran) dari striktur
·
Urethrotomy
·
Stent
uretra
·
Rekonstruksi
bedah terbuka uretra
·
Prosedur
anastomosis
·
Prosedur
substitusi
Apa yang bisa terjadi jika striktur tidak diobati?
Jika
striktur uretra tidak bisa diobati, pasien harus terus mentolerir masalah buang
air kecil. Infeksi saluran kemih dan / atau testis, dan batu dapat berkembang.
Juga, ada risiko bahwa retensi urin dapat terjadi yang dapat menyebabkan
kandung kemih membesar dan juga menyebabkan masalah ginjal. Perlu Anda ketahui,
striktur uretra tidak ada risiko menulari orang lain.
Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .
