Penyakit Bronkiolitis, Menyerang Saluran Pernapasan Bayi

Waspadai penyakit bronkiolitis atau peradangan pada bronkioulus pada bayi yang baru lahir. Setiap tahunnya sekitar 2-3% bayi baru lahir dirujuk ke rumah sakit karena bronkiolitis. Dan 90% dari kasus tersebut adalah bayi berusia 1-9 bulan.

 

Bronkiolitis merupakan infeksi saluran pernapasan dan sering menyerang bayi baru lahir. Penyebab umum infeksi tersebut adalah virus RSV (Respiratory Syncytial Virus). Adapun beberapa gejala dan tanda bronkiolitis yang perlu Anda kenali :

  • Batuk kering
  • Napas cepat dan memburu
  • Bunyi ¨ngik-ngik¨ ketika membuang napas
  • Demam namun tidak terlalu tinggi
  • Hidung ingusan
  • Bayi kadang terlihat pucat atau kebiruan (sianosis)
  • Sulit bernapas disertai menurunnya selera makan.

 

Diagnosis Bronkiolitis

Dokter akan memeriksa riwayat penyakit, gejala, dan tanda yang ada pada anak untuk mendiagnosis penyakit. Dokter juga akan membutuhkan pemeriksaan tambahan seperti foto rontgen dada serta pemeriksaan AGD (Analisis Gas Darah). AGD dibutuhkan unuk mengetahui kadar oksigen dan karbondioksida pada anak. Anak penderita bronkiolitis akan mengalami peningkatan kadar karbondioksida dan penurunan kadar oksigen dalam darah.

 

Terapi Bronkiolitis

Bronkiolitis termasuk penyakit self-limiting-disease yang artinya bisa sembuh sendiri dalam waktu kurang lebih 2 minggu. Terapi bronkiolitis pun bersifat suportif dan simtomatik. Anak penderita bronkiolitis tidak perlu dirawat di rumah sakit kecuali jika dokter menganggap perlu.

 

Obat-obatan seperti sirup parasetamol akan diberikan untuk menurunkan panas dan diberi tambahan oksigen bila dirawat. Cairan tetes hidung seperti garam fisiologis (saline/NaCl) serta pemberian cairan yang cukup banyak dapat membantu proses penyembuhan. Pemberian antiobitik sebenarnya tidak dianjurkan jika sudah jelas menderita bronkiolitis kecuali masih ada keraguan.

 

Penyakit bronkiolitis sangat mudah menular. Bisa melalui kontak langsung maupun lewat udara (percikan ludah). Jauhkan anak dari teman sebaya atau saudara kandungnya untuk menghindari penularan. Jangan lupa, Anda pun harus menutup hidung dan mulut menggunakan tisu atau sapu tangan jika batuk atau bersin.

 

 

Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .