Bagi Anda dan pasangan yang memang belum berencana atau bahkan tidak berencana sama sekali untuk melakukan premarital check up, mungkin ada baiknya untuk menyimak tanya jawab berikut, bersama dengan ahli yang kompeten di bidang kesehatan.
T: Mengapa pemeriksaan kesehatan sebelum menikah begitu penting?
J: Selain alasan cinta, bukankah seringkali pernikahan dilakukan karena ingin mendapatkan keturunan yang sehat? Pemeriksaan dan konseling kesehatan pranikah penting untuk mengetahui kondisi pasangan serta proyeksi masa depan pernikahan, terutama yang berkaitan dengan masalah kesehatan reproduksi (fertilitas) dan genetika (keturunan), juga untuk memperoleh kesiapan mental karena masing-masing mengetahui benar kondisi kesehatan calon pasangan hidupnya.
T: Apa manfaat pemeriksaan ini dari sisi nonmedis?
J: Di sini, pemeriksaan dan konseling itu bermanfaat untuk mengetahui apakah calon pengantin benar-benar sudah siap menikah atau belum. Jika ternyata ditemukan masalah, sesegera mungkin bisa dicari pemecahannya. Konseling ini sekaligus juga untuk menyiapkan kehamilan yang benar-benar dikehendaki.
T: Jika dilihat dari sisi medis sendiri, apa manfaatnya?
J: Konseling dan pemeriksaan pranikah, diperlukan untuk mendeteksi adanya penyakit, yaitu:
- Penyakit genetik/keturunan, misalnya: talasemia, buta warna, hemofilia, dan lain-lain. Dari sini calon pasangan akan punya pemahaman bahwa bila orangtua atau garis keturunannya mengidap penyakit genetik, maka anak yang akan lahir nantipun beresiko mengidap penyakit yang sama.
- Penyakit tertentu yang diturunkan, tetapi tidak jelas, misalnya: kecenderungan diabetes melitus (kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), kelainan jantung, dan sebagainya. Penyakit-penyakit tersebut dapat mengakibatkan gangguan selama kehamilan dan meningkatkan resiko baik bagi janin maupun sang ibu.
- Penyakit-penyakit yang baru diderita, misalnya: infeksi TORCH (pada wanita), penyakit menular seksual (PMS) termasuk hepatitis B, dan HIV/AIDS. Pada kelompok beresiko tinggi terkena PMS, pemeriksaan dan konseling pranikah sangat penting, sehingga bila calon pengantin menderita penyakit tersebut bisa dilakukan pencegahan atau pengobatan terlebih dahulu sebelum si calon ibu hamil.
- Diharapkan dapat mengubah perilaku bila si calon bapak atau calon ibu jika memiliki kebiasaan yang tidak baik, misalnya merokok, minum alkohol, atau memakai narkoba. Karena kadang-kadang calon suami atau suami yang perokok tidak paham bahwa asap rokok akan berbahaya bagi istri maupun janin.
T: Lalu kapan sebaiknya pemeriksaan ini dilakukan?
J: Idealnya pemeriksaan kesehatan pranikah dilakukan enam bulan sebelum dilangsungkannya pernikahan. Namun, ukuran ideal itu juga bersifat fleksibel, tidak ada kepastian yang ketat. Artinya, tes kesehatan pranikah dapat dilakukan kapan pun selama pernikahan belum berlangsung dan bila pasangan merasa sudah siap.
T: Bagaimana jika setelah pemeriksaan, ternyata terdapat masalah?
J: Untuk itulah adanya konseling. Jika ditemui ada masalah, dapat segera dilakukan konseling sehingga mereka memiliki kesiapan mental sejak awal, dan itu sangat penting. Pengobatan juga bisa dilanjutkan setelah menikah, dan berbagai usaha pencegahan dapat dilakukan bersama.
T: Bagaimana dengan prosedur dari pemeriksaan ini? Sulitkah?
J: Prosedur pemeriksaan kesehatan pranikah ini, umumnya dilakukan dengan mendatangi dokter umum, dokter spesialis kandungan, ataupun dokter di laboratorium. Serangkaian tes laboratorium dan radiologi akan dilakukan setelah pemeriksaan fisik dan wawancara singkat.
T: Kira-kira apa sajakah yang harus dilpersiapkan oleh kedua calon pengantin untuk melakukan pemeriksaan ini?
J: Sebelum dilakukan pengambilan darah, pasangan pranikah diwajibkan berpuasa selama 10-12 jam. Selama berpuasa hanya diperbolehkan minum air putih dan tidak diperkenankan merokok. Usahakan tidur/istirahat cukup sebelumnya. Bagi yang wanita, sebaiknya tidak pada saat menstruasi, tunggu 3-5 hari sesudahnya.
T: Untuk masalah biaya, berapakah biaya yang harus dikeluarkan?
J: Dari sisi finansial memang tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan, tapi bila melihat manfaat jauh ke depan, maka biaya tersebut tidaklah sebanding. Barangkali ada baiknya jika pasangan pranikah menyisihkan anggaran untuk pemeriksaan kesehatan. Biaya untuk Medical Check Up Pranikah Wanita berkisar antara 3,5 - 4,5 juta rupiah, tergantung dari parameter yang akan diperiksa. Sedangkan untuk pria berkisar antara 1,5 - 2,0 juta rupiah.
Serangkaian pemeriksaan kesehatan pranikah ini tentu saja harus ada kesepakatan berdua dari pasangan. Sebab jika tidak ada kesepakatan, mungkin tidak akan terjadi sebuah pernikahan. Kini tinggal bagaimana kesadaran dan kemauan calon mempelai berdua. Apakah mau sedia payung sebelum hujan dan berlatih menerima pasangan sepenuhnya. Akan tetapi tetap perlu diingat, jangan membuat hasil pemeriksaan kesehatan pranikah ini sebagai dasar utama kelangsungan suatu pernikahan!
Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .
