Hidup kita tak lepas dari komunikasi. Komunikasi merupakan hal yang penting dalam hidup, kita tidak mungkin tidak berkomunikasi baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Komunikasi adalah penyampaian pesan dari komunikator (pemberi pesan) kepada komunikan (penerima pesan), agar dalam penyampaian pesan kita dapat dipahami dan dimengerti haruslah tercapai "komunikasi efektif".
Kita harus sadar akan pentingnya komunikasi khususnya komunikasi efektif, agar segala sesuatu yang kita tampilkan dan lakukan adalah komunikasi, maka penampilan dan segala sesuatu yang kita lakukan merupakan pesan. Untuk mencapai komunikasi efektif kita harus mengerti komunikasi dua arah, sehingga dalam menyampaikan pesan perlu diperhatikan (field of experience) dan (field of reference) agar komunikasi efektif mudah tercapai, karena komunikasi adalah pesan yang diterima dan yang bukan kita harapkan untuk diterima.
Dalam kehidupan rumah tangga, komunikasi merupakan faktor penting dalam membina hubungan rumah tangga. Seorang istri harus mengerti cara berkomunikasi dengan suami, begitu pun sebaliknya. Komunikasi dalam rumah tangga tak hanya saat berbicara empat mata atau saat berkumpul dengan keluarga, pakaian dan parfum yang dipakai pun merupakan salah satu bentuk komunikasi, hal tersebut bisa menjadi pesan bagi sang suami, selain itu pasangannya pun harus pandai dalam menangkap dan menerjemahkan pesan yang diberikan.
Seperti kita ketahui, tak sedikit rumah tangga yang hancur karena kurang memperhatikan faktor komunikasi. Hal ini terjadi karena seringkali dalam awal berumah-tangga, banyak pasangan yang sering mengalami perselisihan dan banyak pula dari pasangan yang baru menikah merasa belum siap untuk mengarungi hidup berumah-tangga, meskipun mereka telah lama berpacaran, hal tersebut dinamakan "Culture Shock" atau adaptasi budaya.
Untuk mencegah terjadinya culture shock seharusnya dari awal pada saat pacaran sudah dibicarakan terlebih dahulu apakah kedua pasangan tersebut sudah siap dan dibicarakan pula tujuan yang ingin dicapai nantinya. Kedua pasangan pun perlu mengenali lingkungan keluarganya, karena pernikahan bukan hanya menyatukan dua kepribadian, tetapi juga menyatukan dua keluarga. Selain itu juga harus mempelajari culture keluarganya, dan kedua pasangannya pun harus saling terbuka sehingga dapat mengurangi terjadinya salah paham.
Pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan komitmen tersebut harus benar-benar dijalani. Komitmen pun tidak hanya diucapkan di altar atau di masjid saat menikah. Karena dengan komitmenlah yang akan membuat pernikahan itu abadi.
Jadi, komunikasi tidak hanya dilakukan saat sedang serius ataupun santai tetapi juga dapat dilakukan dengan berolahraga bersama ataupun saat sedang berjalan-jalan dengan pasangan dan anak Anda. Hal tersebut merupakan salah satu cara yang dapat menjaga komunikasi dalam keluarga.
Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .
