Penggunaan Antibiotik Berisiko Terkena Infeksi Telinga

Pengunaan antibiotik untuk mengobati infeksi telinga akut pada anak kecil dapat meningkatkan risiko terkena infeksi telinga yang terus-menerus sebesar 20%. Hal ini diungkapkan oleh sebuah penelitian di Belanda, yang meneliti penggunaan antibiotik pada anak-anak.

Peneliti menemukan 63% pada anak-anak yang diberikan antibiotik amoxicillin yang mengalami infeksi telinga berkepanjangan selama tiga tahun. Sedangkan pada kelompok anak yang diberi placebo pada awal terkena infeksi hanya sekitar 43%. Infeksi telinga ini pun akan berulang pada 47 dari 75 anak di kelompok yang diberi amoxicillin, dan hanya 37 dari 86 anak dari kelompok anak yang diberi placebo menderita infeksi yang terulang kembali.

Kondisi ini sebanding dengan 2,5 kali risiko tinggi terkena infeksi telinga yang berulang di kelompok amoxicillin. Penelitian ini juga menemukan 30% dari anak di kelompok yang diberi placebo mengalami operasi pada telinga, hidung dan tenggorokan di awal mereka terkena infeksi. Sedangkan pada kelompok anak yang diberi amoxicillin hanya 21%.

Tingginya tingkat terulang kembali infeksi pada telinga akibat mengkonsumsi amoxicillin dapat diartikan bahwa pemakaian antibiotik saat terjadi infeksi mampu melemahkan sistem pertahanan tubuh. Antibiotik memang mampu mengurangi rasa nyeri dan infeksi telinga yang berkepanjangan. Namun, juga dapat mengakibatkan infeksi dapat kembali terulang dan melawan antibiotik itu sendiri. Oleh sebab itu, dokter harus lebih berhati-hati dalam penggunaan antibiotik pada anak-anak yang mengalami infeksi telinga.


Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .