Pencegahan dan Mengatasi Down Syndrome pada Anak

Mengatasi down syndrome pada anak sejak masih dalam kandungan, memang harus dilakukan oleh ibu hamil. Namun, down syndrome terjadi karena adanya penyimpangan kromosom semasa konsepsi dari orang tua janin. Kromosom merupakan struktur makromolekul besar yang membuat DNA, lalu membawa informasi genetik di dalam sel.

Pada umumnya kromosom akan terbentuk menjadi 23 pasang sehingga berjumlah 46 pada bayi normal, namun pada penderita down syndrome, jumlah kromosom lebih banyak. Biasanya ada salah satu pasangan kromosom berjumlah 3, hal inilah yang menyebabkan terjadinya perkembangan tubuh yang lambat. Down syndrome biasanya lebih berisiko terjadi pada ibu hamil yang memiliki usia muda atau lebih dari 35 tahun.

Meski belum mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kelahiran down syndrome, tentunya calon ibu yang sedang merencanakan kehamilan dapat mengikuti cara hidup sehat yang dianjurkan dokter. Selain itu, ada baiknya untuk menghindari konsumsi minuman berakohol, junk food, rokok, bahkan asap rokok, dan stres.

Penderita down syndrome biasanya lebih banyak memiliki prestasi seperti Stephanie Handojo, yang telah mengharumkan nama Bangsa meski memiliki kekurangan. Di sinilah peran penting orang tua untuk mengatasi down syndrome pada anak, agar mereka dapat bergaul dengan teman lainnya. Berikut beberapa cara yang dapat orang tua lakukan agar anak dengan down syndrome dapat hidup layaknya anak-anak lain:

·         Melakukan fisioterapi down syndrome untuk membantu anak belajar menggerakan semua otot dengan tepat. Jika tidak ditanggulangi dengan baik, biasanya anak down syndrome memiliki gangguan pada postur tubuhnya. Lakukanlah fisioterapi sekali seminggu, untuk mendapatkan hasil yang baik

·         Selain fisioterapi, orang tua juga dapat memberikan terapi wicara, karena anak dengan down syndrome akan mengalami keterlambatan bicara dan pemahaman setiap kosakata.

·         Lakukan terapi sensori integrasi bagi anak dengan down syndrome yang mengalami ketidakmampuan mengolah rangsangan atau sensor yang diberikan kepadanya. Misalnya anak tidak mampu melakukan pengendalian sikap tubuh.

·         Terapi akupuntur juga berguna untuk menyesuaikan kondisi saraf pada anak dengan down syndrome.

·         Mengenalkan musik pada anak dengan down syndrome juga sangat bermanfaat. Ini juga dapat melatih respon anak agar dapat membalas rangsangan yang diberikan.

Masih banyak terapi lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi down syndrome pada anak. Mengingat pada saat ini sudah banyak teknologi yang dapat membantu perkembangan anak dengan down syndrome. Hal ini dilakukan tentunya untuk memberikan yang terbaik serta kehidupan layak bagi buah hati.

 


Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .