Normalkah, Bayi Tidur Dengan Mata Terbuka?

Bayi tidur dengan mata terbuka memang terlihat aneh, namun itu hal yang wajar. Bayi tidur dengan mata terbuka disebut dengan lagophthalmos nokturnal dalam ilmu medis. Hal tersebut tidaklah berbahaya, cukup umum pada bayi, dan tidak menunjukkan bahwa anak Anda memiliki masalah tidur. Tidak ada yang tahu persis mengapa beberapa bayi tidur dengan mata terbuka. Tapi fenomena ini tidak akan bertahan lama. Biasanya akan berhenti pada saat anak Anda berusia 12-15 bulan.

Dokter anak percaya bahwa mata terbuka itu mungkin ada hubungannya dengan bayi yang menghabiskan lebih banyak waktu dalam tidur REM. Rapid eye movement sleep, atau REM adalah salah satu masalah tidur, fase dimana sebagian besar otot-otot menjadi lumpuh dan aktivitas neuron otak menjadi cukup intens. Jika bayi tidur dengan mata terbuka, maka Anda dapat membelai kelopak matanya dengan lembut sampai mereka menutup. Jika si kecil masih mengalami hal tersebut pada saat mereka berusia sekitar 18 bulan, maka Anda mungkin ingin berkonsultasi dengan dokter anak tentang masalah ini.

Penelitian mengatakan bahwa dalam banyak kasus, tidur dengan mata terbuka bisa turun-temurun. Jika Anda atau pasangan tidur dengan mata terbuka, maka bayi mungkin telah mewarisinya. Bayi tidur dengan mata terbuka biasanya tidak menjadi masalah pada si kecil. Jika bayi tidur dengan mata terbuka malah membuat Anda khawatir, coba buat si kecil tidur dengan nyaman, berada di ruangan yang redup dan jauh dari suara bising. Banyak orang mengalami hal yang sama, jadi Anda tidak perlu takut jika bayi tidur dengan mata terbuka.

 

 

Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .