Mitos Dan Fakta COVID-19

COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Ini merupakan virus baru dan penyakit yang sebelumnya tidak dikenal sebelum terjadi wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengubah klasifikasi situasi mereka dari keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional menjadi pandemi pada 11 Maret. Penyakit yang disebabkan infeksi COVID-19 pada umumnya bersifat ringan, terutama pada anak-anak dan orang dewasa muda. Namun, infeksi ini tetap dapat menyebabkan penyakit serius: sekitar 1 dari 5 orang yang terjangkit membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Sampai saat ini, COVID-19 dapat menyebar dari orang ke orang melalui percikan-percikan dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terjangkit COVID-19 batuk atau mengeluarkan napas. Percikan-percikan ini kemudian jatuh ke benda-benda dan permukaan-permukaan di sekitar. Orang yang menyentuh benda atau permukaan tersebut lalu menyentuh mata, hidung atau mulutnya, dapat terjangkit COVID-19. Penularan COVID-19 juga dapat terjadi jika orang menghirup percikan yang keluar dari batuk atau napas orang yang terjangkit COVID-19. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga jarak lebih dari 1 meter dari orang yang sakit.

Berikut mitos dan fakta mengenai COVID-19:

  1. Penyemprotan klorin atau alkohol pada kulit membunuh virus dalam tubuh. Menyemprotkan alkohol atau klorin ke tubuh atau permukaan pakaian, apat membahayakan, terutama jika memasuki mata atau mulut. Meskipun orang dapat menggunakan bahan kimia ini untuk mendisinfeksi permukaan, mereka tidak boleh menggunakannya pada kulit.
  2. Hanya orang dewasa dan orang muda yang berisiko terinfeksi COVID-19. Seperti coronavirus lainnya, dapat menginfeksi orang dari segala usia. Namun, orang dewasa yang lebih tua atau individu dengan kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya, seperti diabetes atau asma, lebih cenderung menjadi sakit parah.
  3. Anak-anak tidak dapat terinfeksi COVID-19. Semua kelompok umur dapat terinfeksi. Sebagian besar kasus, sejauh ini, terjadi pada orang dewasa. Faktanya, bukti awal menunjukkan bahwa anak-anak juga kemungkinan terinfeksi, tetapi gejalanya cenderung kurang parah.
  4. Semua pasien penderita COVID-19 bisa meninggal. Dalam sebuah laporan baru-baru ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok menyimpulkan bahwa 80,9% kasus COVID-19 bisa disembuhkan. WHO juga melaporkan bahwa sekitar 80% orang akan mengalami bentuk penyakit yang relatif ringan, yang tidak memerlukan perawatan spesialis di rumah sakit.
  5. Kucing dan anjing menyebarkan coronavirus. Saat ini, ada sedikit bukti bahwa SARS-CoV-2 dapat menginfeksi kucing dan anjing. Prof. Jonathan Ball, Profesor Virologi Molekuler di Universitas Nottingham di Inggris, mengatakan bahwa sebagian besar wabah global telah didorong oleh penularan dari manusia ke manusia. Dan ia ragu jika COVID-19 bisa menyebar ke anjing atau kucing. Penggerak sebenarnya dari wabah ini adalah manusia.
  6. Pengering tangan membunuh coronavirus. Pengering tangan tidak membunuh coronavirus. Cara terbaik untuk melindungi diri Anda dan orang lain dari virus adalah mencuci tangan dengan sabun dan air atau gunakan hand sanitizer.
  7. Antibiotik membunuh coronavirus. Antibiotik hanya membunuh bakteri; mereka tidak membunuh virus.

Banyak virus dapat dicegah melalui vaksinasi antivirus. Namun, perlu waktu untuk mengembangkan dan mendistribusikan vaksin yang aman dan efektif. Untuk saat ini para peneliti masih mencoba menciptakan vaksin untuk COVID-19. Cara terbaik untuk mencegah penyebaran virus adalah dengan menghindari kontak dekat dengan orang-orang dengan COVID-19 dan mencuci tangan secara teratur.