Menyiapkan Anak Menjadi Kakak Sesuai Usia

Menyiapkan anak menjadi kakak mungkin sering terlewatkan oleh Anda ketika sedang hamil anak ke-2 dan selanjutnya. Padahal anak tersebut perlu mendapat pengertian dan informasi bahwa sebentar lagi dia akan mendapatkan saudara, apalagi jika anak tersebut merupakan anak sulung. Pengajaran bagaimana menjadi kakak itu bisa berbeda-beda bagi tiap anak, tergantung berapa umur mereka ketika mendapatkan adik.

 

Kakak kurang dari 2 Tahun

Jika kelahiran anak berikutnya hanya berbeda 2 tahun kurang, Anda harus pintar-pintar berbicara bahwa akan ada saudara yang akan hadir dalam waktu dekat. Bicarakanlah kepadanya, ada bayi di dalam perut yang sewaktu-waktu bisa keluar. Agar dia lebih paham, belikanlah dia boneka bayi atau beruang dan ajarkan dia mengurus bonekanya seperti mengurus bayi.

Ketika si adik datang, maka dia sudah terbiasa melakukan hal tersebut. Atau bisa juga Anda membacakan buku yang berkaitan dengan bayi, memang pada pertamanya dia tidak akan mengerti, tetapi ketika adiknya datang ke rumah, jelaskanlah apa yang dulu pernah diceritakan kini bisa diaplikasikan.

Kakak antara 2 sampai 3 Tahun

Pada usia-usia saat ini, si calon Kakak biasanya sudah masuk playgroup. Sudah terbiasa melihat bayi di mana-mana, jadi ketika akan ada bayi yang datang, biasanya dia akan bangga menjalankan peran barunya sebagai kakak.

Tapi itu untuk sebagian anak, sebagian lagi mungkin ada yang rewel karena tidak bisa melakukan apa yang biasanya dilakukan. Seperti, sang Ibu yang biasanya mengantar-jemput dirinya kini jarang menjemputnya, sudah tidak bisa lagi digendong atau dipangku Ibu karena perutnya yang semakin besar. Hal tersebut bisa membuat stres sebagian dari mereka, tapi dengan pendekatan yang baik oleh si Ibu bahwa dia akan menjadi kakak yang hebat, lama-lama dia akan mengerti.

Kakak antara 4 sampai 5 Tahun

Di usia TK ini, sang calon kakak biasaya sudah menerima kalau akan mempunyai adik. Tapi biasanya bukan itu yang mereka rasakan, si anak sudah mengerti kalau melahirkan itu akan sakit.

Tugas Anda adalah menenangkannya, bahwa semuanya akan terjadi baik-baik saja. Cobalah untuk mengajaknya berbicara dengan si adik ketika masih dikandung dan biarkan dia merasakan tendangan-tendangan yang ada di perut. Ketika Anda akan membuat kamar untuk si adik, renovasilah juga kamar kakaknya, sehingga dia merasa masih diperhatikan.

Hal-hal di atas mungkin bisa menjadi cara menyiapkan anak menjadi kakak sesuai usia, semoga bermanfaat bagi Anda yang tengah mengandung putra/putri berikutnya. Ingat Moms, selalu libatkan anak ketika akan melakukan pemeriksaan atau persalinan, biarkan si Kakak menjadi bagian dari datangnya adik kecil mereka.

 

 

Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .