Rasa cemburu pada pasangan itu merupakan hal yang wajar dan normal. Tetapi benarkah pendapat banyak orang yang menyebutkan bahwa adanya perasaan cemburu dalam diri seseorang terhadap pasangan merupakan bukti cinta kepada pasangan? Sedikit banyak hal tersebut memang ada benarnya, meski tidak mutlak benar sepenuhnya karena tidak semua rasa cemburu diartikan sebuah tanda cinta dan Anda harus menerimanya begitu saja.
Bila pasangan Anda cemburu karena melihat kedekatan Anda dengan rekan kerja yang berhubungan langsung dalam masalah pekerjaan dengan Anda, tentu hal tersebut tidak bisa ditolerir. Atau bila Anda menerima telepon dari seorang klien di luar jam kerja yang menanyakan masalah yang berhubungan dengan pekerjaan Anda, sebetulnya hal tersebut juga tidak bisa dijadikan sebuah alasan pasangan Anda untuk mempunyai rasa cemburu. Meski begitu kadang pasangan Anda cemburu karena dia tidak tahu, hal tersebutlah yang harus Anda hindari agar masalah tidak menjadi panjang. Membangun komunikasi sangat penting dalam suatu hubungan agar masalah kecemburuan tersebut dapat cepat terselesaikan. Bila pasangan Anda termasuk yang pencemburu, tips-tips berikut dapat Anda coba untuk dipraktekkan.
Hargai hak pasangan
Walaupun Anda dan pasangan telah berkomitmen untuk saling mempercayai satu sama lain, namun itu bukan berarti pasangan Anda benar-benar mengacuhkan segala hal yang dapat mengganggu hubungannya dengan Anda, termasuk kemungkinan adanya orang ke-3. Pasangan Anda tetap memiliki hak untuk cemburu saat mendengar selentingan tentang adanya orang ke-3 tersebut. Yang terpenting jangan hadapi hal tersebut dengan emosional, namun komunikasikan secara baik-baik karena itu berarti pasangan Anda masih menyayangi dan memperhatikan Anda.
Saling percaya
Hubungan yang kuat tidak hanya dibangun dengan cinta dan kasih sayang saja, tetapi didukung dengan adanya kepercayaan dari keduanya. Bila pasangan Anda mendengar kabar yang tidak benar tentang adanya orang ke-3, yakinkanlah dia untuk mempercayai Anda sepenuhnya serta Anda pun harus berkomitmen untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikannya tersebut.
Bertukar pikiran
Bila Anda terpergok sedang bersama orang lain, Anda harus cepat-cepat meluruskan pemikirannya serta menjelaskan sedetail dan selengkap mungkin apa yang sebenarnya terjadi antara Anda dengan orang tersebut. Setelah itu, dengarkan juga pendapat dari pasangan Anda mengenai orang lain. Mungkin saja pasangan Anda sebenarnya mengenal orang tersebut lebih dari yang Anda ketahui. Setelah itu, bicarakan peraturan yang diperlukan untuk kenyamanan Anda dan pasangan agar dapat terhindar dari masalah yang serupa di kemudian hari.
Yakinkan kembali
Setelah melakukan tukar pikiran dengan pasangan Anda dan membereskan segala permasalahan, Anda perlu meyakinkannya kembali bahwa dialah satu-satunya yang menjadi pilihan dalam hidup Anda. Pasangan tentu perlu diyakinkan agar merasa aman akan hubungannya dengan Anda, seperti juga Anda membutuhkan rasa aman dari hubungan dengan pasangan Anda tersebut.
Ajak pasangan Anda
Cobalah untuk mengajak pasangan Anda dalam acara-acara yang memungkinkan Anda untuk mengajak pasangan seperti gathering kantor, reuni SMA atau acara buka puasa bersama teman-teman kuliah misalnya, serta kenalkan pada teman-teman Anda tersebut. Dengan demikian, pasangan Anda akan mengetahui bagaimana pergaulan serta teman-teman yang Anda miliki sehingga tidak akan mudah dan mempunyai rasa cemburu lagi bila Anda menerima telepon dari salah satu teman Anda.
Ketahui latar belakangnya
Biasanya pasangan sudah bisa menerima hal-hal di atas dan tidak akan memiliki rasa cemburu lagi saat menemui kejadian yang serupa. Tetapi ada juga beberapa pasangan yang masih tetap merasa terancam dan masih cemburu meskipun Anda telah berusaha terbuka, menjelaskan panjang lebar serta berkali-kali meyakinkannya. Bila itu terjadi pada pasangan Anda, cobalah untuk menelusuri masa lalunya. Bisa jadi perasaan tidak aman tersebut diakibatkan karena didikannya saat masih kecil, rasa memiliki yang terlalu tinggi hingga cenderung posesif, atau pasangan Anda memiliki trauma yang masih berbekas dari masa lalunya seperti kekasih yang direbut orang atau pernah dihianati oleh pasangannya. Jika ini terjadi pada pasangan Anda, maka Anda harus sabar karena membutuhkan proses yang panjang baginya untuk merubah sisi psikologisnya tersebut untuk kemudian kembali memiliki perasaan yang "normal".
Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .
