Mengatasi anak saat potong rambut, biasanya merupakan hal yang sulit Anda hadapi. Usia balita adalah usia yang tengah rewel-rewelnya, dan mereka akan sulit untuk diajak "kompromi". Saat Anda mengajaknya untuk potong rambut, maka berbagai reaksi pun akan Anda temui.
Walaupun masih terbilang sangat kecil, namun rambut balita pun sama seperti layaknya rambut orang dewasa yang selalu terus tumbuh. Dan Anda pun juga perlu menjaga dan merawat kesehatan rambutnya. Selain perawatan dengan memberikan hair baby shampoo and conditioner, memotong rambutnya pun juga penting agar tidak mengganggu aktivitas bermainnya serta terlihat lebih rapi. Sedangkan untuk rambut pendek akan lebih memudahkan untuk mencuci rambutnya.
Berbagai reaksi seperti ketakutan dan menangis histeris seringkali Anda hadapi. Bagi si kecil mungkin memotong rambut adalah hal yang menakutkan, dan seringkali saat anak mulai rewel menjadi kendala saat akan melakukan potong rambut. Lalu, bagaimana saat Anda akan menghadapi dan mengatasi anak yang rewel saat akan diajak potong rambut? Tentu ini menjadi hal yang merepotkan bagi Anda bukan?
Berikut beberapa cara mengatasi anak yang rewel, agar mau duduk manis dan tidak menangis histeris saat dipotong rambutnya, antara lain:
-
Ajak anak dengan tidak mengatakan "Potong Rambut"
Anak yang masih berusia balita tentu akan berpikir dengan "potong" rambut merupakan hal yang menyakitkan. Jika kata-kata tersebut menjadi kendala dalam setiap rutinitas potong rambut, maka Anda bisa mengganti kata tersebut menjadi 'merapikan rambut'. Ia akan berpikir bahwa dengan merapikan sama saja seperti, merapikan mainannya atau merapikan tempat tidurnya. Dengan begitu, anak tidak akan takut dengan bahasa yang Anda gunakan.
-
Berikan contoh
Anak atau balita selalu akan mencontoh apa yang Anda lakukan. Oleh karena itu, agar anak mau dipotong rambutnya Anda bisa memberikan contoh terlebih dahulu namun tidak perlu secara keseluruhan. Kemudian beritahu pada si kecil, "Cantik kan rambut Mama setelah dirapikan? Rambut adik juga perlu dirapikan agar terlihat rapi dan cantik." Jika anak Anda laki-laki, bisa berikan contoh potongan rambut suami Anda.
-
Dilakukan oleh Anda sendiri
Hampir setiap balita takut dengan orang asing. Maka dari itu, tidak akan memungkinkan bagi anak untuk dibawa ke salon karena hanya membuatnya menangis. Membawa anak ke salon sama saja seperti Anda membawanya ke klinik dokter gigi. Oleh karena itu, Anda bisa merapikan rambut si kecil dengan melakukan sendiri menggunakan gunting yang berujung tumpul, sehingga tanpa harus membawa si kecil ke salon.
-
Gunakan alas kain yang lucu
Jika Anda ingin melakukannya sendiri tanpa harus ke salon karena si kecil pun tak menginginkannya, maka Anda bisa melakukannya di rumah. Gunakan alas kain yang biasa dipakai di salon untuk menutupi pakaian, agar potongan rambut tidak menempel di pakaian dan tidak membuat kulit gatal. Supaya anak tertarik untuk ditutupi dengan alas kain, Anda bisa menggunakan kain motif kartun dan warna cerah yang disukainya.
-
Perhatikan mood si kecil
Sebelum Anda mengajaknya untuk memotong rambut, perhatikan dahulu mood si kecil. Apakah ia sedang senang atau ngambek. Jika moodnya sedang baik, maka Anda bisa memintanya untuk ikut dengan Anda pergi ke salon. Tetapi jangan tanyakan saat ia sedang ngambek, karena kemungkinan ia akan menolak ajakan Anda apalagi untuk menyentuh rambutnya. Anda bisa tunggu kembali moodnya saat terlihat senang.
-
Ajaklah si kecil menonton film
Agar kegiatan memotong rambut di rumah menjadi menyenangkan bagi si kecil, maka Anda bisa melakukannya saat ia sedang menonton televisi. Biasanya, si kecil akan lebih fokus pada acara favoritnya dibandingkan dengan rambutnya. Dengan begitu, Anda bisa mengatasi anak saat potong rambut dengan suasana yang tenang.
Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .