Mendidik Anak untuk Bersyukur

Mendidik anak dalam segala hal sangat penting untuk kehidupannya saat ini maupun di masa yang akan datang. Hal ini demi mendidik mereka menjadi anak yang lebih baik dan bertanggung jawab dalam segala hal. Sikap bersyukur sangat penting diajarkan sejak anak usia dini, karena akan mempengaruhi kesehatan, kebahagiaan serta rasa optimisnya dalam memandang kehidupan. Salah satu prinsip dasar dari kebahagiaan sehari-hari dapat diukur dari sikap, harapan dan pandangan Anda. Sementara faktor yang membentuk harapan dan pandangan Anda adalah kecenderungan manusia untuk membandingkan. Anda membandingkan keadaan atau pengalaman saat ini dengan keadaan orang lain di sekeliling Anda, dengan keadaan Anda sebelumnya, juga dengan harapan Anda di masa depan. Anda akan bahagia bila merasa lebih baik dari semua pembanding tersebut, bukan ?

Sikap bersyukur sebetulnya sangat sederhana serta merupakan cara yang ampuh dan efektif untuk menambah rasa bahagia. Mengingat pentingnya sikap bersyukur tersebut, maka sebaiknya Anda mengajarkan hal ini kepada anak-anak sejak dini demi masa depan mereka sendiri. Jika anak bahagia, maka pastilah Anda sebagai orangtuanya akan turut bahagia. Namun, semudah itukah mendidik anak Anda untuk bersyukur ?

Mengajarkan anak sikap bersyukur memang gampang-gampang sulit. Namun, bila Anda rajin dan mendidik mereka dengan sabar maka sikap tersebut dapat segera tumbuh dalam diri sang anak. Cobalah berikan pandangan tentang aspek positif kehidupan, agar mereka dapat memahami arti hidup secara mendalam. Caranya dapat Anda lakukan dengan kegiatan-kegiatan seperti berikut ini :

Anak usia 3-7 tahun

Cobalah untuk bertanya pada sang anak setiap malam sebelum tidur apa yang membuat mereka bahagia pada hari tersebut. Hal tersebut dapat memacu anak untuk selalu berpikir positif meskipun sang anak sendiri masih belum mengerti konsep bersyukur. Di samping itu, hal tersebut juga dapat mendidiknya untuk selalu melihat sisi positif dalam kehidupannya.

Anak usia 8-10 tahun

Anak-anak berusia 8-10 tahun sudah dapat mengerti apresiasi yang diberikan oleh orang lain kepadanya. Maka dari itu, penting untuk menanamkan pengertian pada anak Anda bahwa suatu perbuatan yang dilakukan oleh orang lain padanya pantas untuk disyukuri. Misalnya, saat ia diberi mainan baru oleh neneknya, katakan padanya, "Ade harus bersyukur punya nenek yang baik dan sayang sama Ade, makanya Ade dibeliin mainan yang bagus."

Anak usia 11-13 tahun

Anak mulai usia 11 tahun sudah mengerti bagaimana mengoperasikan suatu gadget, misalnya handphone atau kamera. Untuk itu, Anda bisa mencoba untuk memberikan sebuah kamera padanya dan memintanya untuk memotret hal-hal yang disyukurinya setiap hari. Kemudian cetaklah dan pasang foto-foto tersebut di kamar anak Anda untuk memudahkannya saat mengingat hal-hal yang menyenangkan tersebut. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa anak-anak yang membuat daftar hal-hal yang menyenangkan akan membuat mereka lebih puas, optimis serta selalu bersyukur. Bila tidak ada kamera, anak Anda bisa juga diminta untuk menggambar, menulis atau menceritakan hal-hal yang menyenangkan tersebut.

Di atas usia 14 tahun

Anak berusia 14 tahun ke atas sudah bisa untuk diajak berdiskusi dan bertukar pikiran dengan Anda sebagai orangtua. Cobalah ajak sang anak untuk menonton film-film bertema rasa syukur atau film dokumenter tentang daerah-daerah terpencil dimana anak-anak yang sulit untuk bersekolah serta harus bekerja keras sejak kecil, kemudian ajak anak Anda untuk berdiskusi mengenai nilai-nilai moral yang terkandung dalam film yang dia tonton tersebut. Nantinya, ia akan lebih bersyukur untuk apa yang telah didapatkannya, di samping rasa empatinya akan meningkat karena sel dalam otaknya membuatnya merasakan hal yang terjadi di dalam film tersebut.

Untuk mendukung cara-cara di atas, Anda sebagai orangtua pun tak bisa lepas tangan begitu saja. Agar anak memiliki sikap bersyukur tentunya perlu ada teladan, salah satunya adalah dari orangtuanya. Pendidikan yang paling baik adalah yang disertai dengan contoh konkrit, tidak hanya dengan ucapan belaka. Anak yang memiliki sikap bersyukur merupakan anak yang sadar bahwa dia telah menerima suatu pemberian dan membalasnya dengan aktif dengan semangat belajar dan bekerja. Selain itu, mendidik anak bersyukur juga merupakan salah satu cara berdoa agar diberi tambahan nikmat.

 

Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .