Membiarkan anak menangis itu penting loh, tapi jangan lama-lama. Membiarkan menangis yang dimaksud di sini adalah jangan melarangnya menangis. Karena dengan melarangnya menangis, justru akan membuat dia memendam perasaannya dan akan membuatnya merasa tertekan.
Sebenernya melarang anak menangis itu tidak sepenuhnya salah, tapi harus dilhat juga usia sang anak, jika anak sudah bisa mengerti mana yang baik dan tidak baik, boleh saja melarangnya tapi dengan cara yang benar, dan tidak membuat anak malah jadi tertekan.
Menangis melepaskan ketegangan dan perasaan tidak enak
Menangis adalah cara alami untuk menandakan bahwa ada sesuatu yang salah, saat anak-anak tumbuh, makna air mata semakin meluas. Mereka pun jadi terbiasa untuk mencari cara mengurangi stres dan perasaan buruk, salah satunya dengan menangis.
Saat kita stres, tubuh melepaskan kortisol. Hormon ini menghalangi bagian otak mereka yang bertanggung jawab untuk memecahkan masalah. Nah, air mata mengurangi sejumlah level kortisol, menjadikannya cara alami tubuh untuk membuat anak merasa lebih baik.
Bisa lebih terikat dengan kita
Saat mereka menangis dan kita berempati kepada mereka, contohnya, kita langsung bertanya seperti: "kenapa sayang? kok nangis? ada yg sakit ya?" Atau ditanyakan mau apa, maka mereka bisa menjadi tenang dan akan merasa lebih nyaman di dekat kita.
Jadi biarkan anak meluapkan emosinya dulu, setelah itu kita bisa menghiburnya dengan sabar dan penuh kasih sayang. Anak-anak pada dasarnya penasaran tentang segala hal yang mereka temui. Karena mereka belum mengerti, makanya kadang mereka bereaksi sedikit berlebihan tentang apa pun, baik hal positif maupun negatif.
Adaptasi
Ada banyak aturan dan batasan yang mungkin tidak disukai anak-anak. Kita mungkin pernah menyaksikan anak-anak menangis karena mereka tidak bisa main hingga malam, menginjak mainan atau mengambil susu kakak/ adiknya.
Saat ini terjadi, air mata sebenarnya membantu si kecil untuk menerima kenyataan dan beradaptasi dengannya. Ketika anak berubah dari marah menjadi air mata, otak mereka beralih dari mengejar ke kesedihan dan telah memproses ketidakmampuan dari apa yang mereka harapkan.
