Memahami Tubuh Pasca Melahirkan

Sejak mengandung janin, segala hal dari mulai darah hingga hormon Anda meningkat. Hal ini sebagai persiapan bagi rumah dan kehidupan baru yang akan dilakukan bersama selama 40 minggu kedepan. Setelah bayi lahir, tubuh mulai membalikkan proses ini.

Beberapa hari pertama setelah melahirkan adalah waktu penyesuaian tubuh ibu pascamelahirkan. "Tubuh Anda akan melalui banyak perubahan fisik dan emosional, ketika Anda mulai untuk menerima kenyataan bahwa ada bayi dalam perut, dan Anda bukan lagi perempuan yang sedang hamil, tetapi sekarang seorang ibu," papar Nicole Rawson, bidan dari RS Magee Mother dari pusat klinik Universitas Pittsburgh.

Tidak jarang para ibu melalui hari dengan perasaan bahagia, menggairahkan, atau lebih sering bingung, cepat letih, dan sensitif. "Kadang-kadang semua perasaan itu muncul di hari yang sama," tambah Rawson.

Menurut Laura Zeindenstein, Direktur Program Perawat dari Universitas Columbia New York, perubahan tubuh ini termasuk pelepasan lokhia atau cairan darah dari rahim, serta penurunan tajam jumlah estrogen yang pada gilirannya dimulai sistem umpan balik untuk menetapkan susu.

Pada saat itu, payudara akan cenderung lembut, karena tubuh sedang memproduksi kolostrum untuk mendahului cairan susu. Kemudian pada hari ketiga atau keempat, payudara akan mulai mengeluarkan susu. Anda mungkin tiba-tiba akan mendapati payudara yang membesar atau puting yang basah karena susu, ujar Rawson.

Rasa nyeri pada rahim

"Rahim akan terus menyusut. Ini menyebabkan kram atau sakit sesudah melahirkan," ujar Rawson. Menurutnya, perempuan yang sedang hamil memasok darah ekstra pada rahim dan payudara, sehingga tubuh ibu kehilangan darah dan cairan tambahan. Hal ini akan terlihat bahwa Anda lebih berkeringat dan sering buang air kecil. Lalu pergelangan kaki Anda bisa mengalami pembengkakan ringan, tambahnya. Di waktu yang sama, penyakit wasir sangat mungkin terjadi, meski biasanya menurun dalam beberapa hari.

Semua rasa nyeri pascamelahirkan akan hilang secara bertahap hingga akhir minggu pertama. Aktivitas menyusui juga menimbulkan ketidaknyamanan pada ibu, karena hormon yang dilepaskan saat menyusui turut mendukung kram pada rahim. Ini sebenarnya suatu keuntungan, karena rahim akan lebih cepat kembali ke ukuran semula ketika Anda menyusui, jelas bidan Rebecca Hulem.


Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .