Melatih Anak Mengendalikan Emosi Dengan Paper Plate

Melatih anak mengendalikan emosi memang bukan perkara mudah. Karena anak dan remaja lebih dikendalikan oleh emosi-emosi mereka daripada pemikiran rasional dan logis. Untuk itu penting bagi orang tua untuk mengendalikan emosi anak agar perilaku mereka terjaga baik setiap waktunya. Melatih anak mengendalikan emosi adalah hal yang wajib dilakukan oleh orang tua. Mengendalikan emosi anak adalah cara melatih mereka untuk membuat pilihan mengenai apa yang bisa dan tidak dapat diterima oleh lingkungan. Ada salah stau cara yang bisa Anda lakukan guna mengendalikan emosi anak, yaitu melalui paper plate. Paper Plate adalah topeng emosi yang akan membantu Anda untuk melatih anak mengendalikan emosi dengan cara yang menyenangkan.

  1. Anda akan membutuhkan 1/2 piring kertas per masker. Kami membuat hanya 4 emosi dasar, yaitu senang, sedih, marah dan konyol.

  2. Anda juga akan membutuhkan tongkat es loli (lidi), krayon atau spidol, gunting dan perekat.

  3. Mulailah dengan memotong piring kertas menjadi dua.

  4. Menulis emosi atau menggambarkannya dengan berbagai bentuk wajah yang mereka inginkan.

  5. Anda bisa mewarnai piring kertas dengan warna-warna yang menggambarkan perasaan manusia, misalnya warna merah untuk emosi marah, biru berarti bahagia, dan lain-lain.

  6. Setelah jadi, tempelkan tongkat es loli atau kayu lidi pada bagian belakangnya.

  7. Sudah jadi, Anda sekarang bisa bermain paper plate bersama si kecil sebagai cara melatih anak mengendalikan emosi.

Anak-anak belajar dari orang tuanya, mereka meniru apa yang dilakukan oleh Anda setiap waktunya. Sehingga penting untuk menjaga emosi serta sikap Anda kapanpun dan dimanapun, ingat bahwa pelajaran paling dasar dalam kehidupan dimulai dari ruang lingkup keluarga. Jika Anda dapat mengendalikan emosi anak, maka perasaan-perasaan marah, kecewa serta kesedihan pada si kecil akan menguap lenyap juga. Mengendalikan emosi anak akan mengajarkan bahwa si kecil memiliki pilihan tentang bagaimana memilih untuk bertindak saat sedang emosi. Lakukan komunikasi yang baik secara dua arah agar Anda paham bagaimana melatih anak mengendalikan emosi.