Manfaat tempe ternyata merupakan sumber protein dan penurun kolesterol yang baik. Mungkin Anda sering meremehkan makanan tambahan yang satu ini. Bila dilihat dari bentuk dan penampilannya memang kurang menarik. Namun ternyata, makanan yang menjadi jawara sebagai makanan rakyat ini ternyata tidak kalah dengan makanan bergizi lainnya.
Tempe yang bisa diperoleh dengan harga murah ini merupakan salah satu sumber gizi protein yang baik bagi tubuh karena mudah diserap. Lalu harus berapa banyak tempe kah yang harus kita konsumsi setiap harinya?
Tempe yang terbuat dari kedelai ini ternyata sudah dikenal berabad-abad dalam budaya masyarakat Jawa dan terutama sebagai bahan pangannya. Bahkan tidak hanya sampai di tanah Jawa saja, makanan hasil fermentasi dari jamur Rhizopus Oligosporus ini ternyata juga telah mendunia seiring dengan migrasi orang-orang Jawa ke berbagai penjuru.
Tempe dengan segala khasiatnya bagi kesehatan ternyata juga telah diketahui sejak zaman pendudukan Jepang di Indonesia. Karena para tawanan perang yang hanya diberi makan tempe ternyata terhindar dari disentri dan busung lapar.
Salah seorang guru besar Institut Pertanian Bogor, Prof.dr.Made Astawan mengatakan, bahwa tempe mengandung zat antibakteri penyebab diare. Selain itu, manfaat tempe lainnya dapat melawan radikal bebas yang menghambat proses pencernaan dan juga mencegah berbagai penyakit, serta menurunkan kolesterol sampai mengatasi hipertensi.
Sementara dalam mengonsumsi tempe, keunggulannya adalah dapat dikonsumsi oleh siapapun dan usia berapapun. Pada tempe yang sudah dipecah-pecah, kandungan protein, lemak, dan karbohidratnya dapat dicerna dengan lebih mudah.
Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .
