Makanan Bayi: Bayi Anda Alergi Telur?

Makanan bayi harus diperhatikan, terlebih jika keluarga Anda memiliki riwayat alergi makanan. Salah satunya, alergi pada telur.

Tidak bisa disangkal, telur memang salah satu bahan makanan dengan sumber protein yang mudah dicerna sehingga baik dikonsumsi anak sebagai makanan bayi pendamping ASI. Namun, Anda harus waspada karena putih telur mengandung protein yang berpotensi menyebabkan alergi, yaitu ovomucoid, ovalbumin, ovotransfferin, dan lysozyme. Sedangkan pada kuning telur mengandung protein yang terkadang memicu alergi, yaitu apovitellenins I, apovitellenins VI, dan phosvitin.

Alergi telur terjadi akibat tubuh menolak protein telur sehingga mengeluarkan antibodi bernama immunoglobulin E(IgE). Antibodi ini memicu tubuh untuk memproduksi zat bernama histamines. Saat histamines dilepaskan, maka tubuh akan mengeluarkan reaksi seperti hidung berair, gatal pada mata, kemerahan pada kulit, dan di beberapa kasus menimbulkan anaphylaxis (reaksi alergi yang sangat berbahaya).

Lalu kapan waktu yang tepat untuk memperkenalkan telur pada bayi? Jika keluarga Anda atau pasangan memiliki sejarah alergi telur? Sebaiknya menunggu memberikan telur sampai bayi menginjak usia 12 bulan, lalu gunakan pola "Aturan 4 Hari Masa Tunggu". Jika Anda tidak memiliki riwayat alergi telur, maka bayi dapat diperkenalkan pada telur pada usia 6 bulan, namun tetap harus menggunakan "Aturan 4 Hari Masa Tunggu" untuk memastikan bayi tidak alergi.

Jika bayi memiliki alergi pada telur, jangan khawatir karena masih banyak bahan makanan bayi lainnya yang memiliki kandungan gizi sama dengan telur, di antaranya daging, ikan, dan ayam. Hindari juga makanan seperti cake, nugget, biskuit, cookies, mayonnaise atau makanan yang diproses dengan tambahan telur. Salah satu cara untuk mengetahui apakah makanan (yang dipanggang) mengandung telur, ialah adanya warna yang terlihat kuning.

Jangan ragu untuk mendiskusikan dengan dokter atau ahli gizi mengenai bahan makanan bayi yang aman dikonsumsi.


Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .