Kulit bayi yang baru lahir tentu saja masih sangat sensitif. Sebagai seorang ibu yang baru melahirkan seorang bayi, pastilah banyak hal yang belum Anda ketahui mengenai bayi Anda. Biasanya, seorang ibu baru cenderung percaya pada pendapat orang lain maupun mitos yang berkembang sejak lama di masyarakat, padahal hal-hal tersebut belum tentu benar. Berikut ini beberapa mitos yang banyak beredar di masyarakat berhubungan dengan bayi yang baru lahir.
Ruam popok
Banyak orang berpendapat bahwa ruam popok dapat diminimalisir dengan penggunaan popok sekali pakai (diapers) dengan alasan dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama, serta tidak perlu banyak melakukan pergantian. Sesungguhnya pendapat tersebut salah karena ruam popok dapat disebabkan oleh popok atau diapers yang terkontaminasi dengan urine atau feses yang bersentuhan dengan kulit bayi dalam waktu lama. Untuk menghindari ruam popok, Anda sebaiknya membatasi pemakaian popok dengan waktu maksimal selama 3 jam.
Kulit kepala berkerak
Kerak pada kulit bayi di bagian kepala atau yang dikenal dengan dermatitis seboroik memang biasa terjadi pada bayi. Selama ini berkembang mitos di masyarakat bahwa air kelapa wajib dikonsumsi apabila seorang ibu ingin melahirkan anak yang bersih dari kerak kepala, padahal hal tersebut terjadi karena terlalu aktifnya kelenjar minyak akibat pengaruh hormon sang ibu. Tanpa diobati pun, kerak pada kepala bayi tersebut akan hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya umur sang bayi.
Bercak di pipi
Bayi yang masih dalam masa menyusui biasanya memiliki bintik-bintik merah di pipinya. Mitos yang selama ini berkembang menyebutkan bahwa bintik merah tersebut disebabkan oleh cipratan ASI, sehingga banyak ibu yang berhenti menyusui bayinya dan menggantinya dengan susu formula. Sesungguhnya bintik merah pada pipi bayi atau yang dikenal dengan dermatitis atopi (eksim susu) tersebut disebabkan oleh keringat, alergi debu, makanan maupun faktor keturunan, bukan karena cipratan ASI. Selain itu juga, bayi dapat mengalami gangguan kulit seperti gatal di pipi serta kulit kering karena penyebab yang sama.
Tanda lahir
Hemangioma atau yang sering disebut dengan tanda lahir terdiri dari 2 jenis, yaitu strawberry hemangioma yang berwarna kemerahan serta kavernosum hemangioma yang warnanya kebiruan. Mitos yang berkembang di masyarakat selama ini menyebutkan bahwa tanda lahir yang terdapat pada kulit bayi merupakan pertanda rejeki sehingga harus dipelihara, padahal itu tidak benar. Sebenarnya hemangioma merupakan salah satu jenis tumor jinak yang disebabkan oleh pertumbuhan pembuluh darah yang berlebihan. Jika dibiarkan, hemangioma juga ada yang dapat membesar sehingga akan membuat kepercayaan dirinya rendah.
Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .
