Krisis Hipertensi? Tangani Segera!

Pengertian Krisis Hipertensi

Hipertensi atau kita sering kenal dengan tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis dimana tekanan darah pada pembuluh darah di seluruh tubuh meningkat. Dimana ditandai dengan tekanan darah sistolik > 140mmHg (atas) dan/atau diastolic > 90mmHg (bawah).

Krisis hipertensi adalah suatu kondisi gawat darurat yang ditandai dengan:

·         Tekanan darah sistolik > 180 dan/atau tekanan darah diastolic > 120

·         Dapat disertai dengan gejala penyerta, contohnya kerusakan pada bagian organ saraf, jantung, dan ginjal

Krisis hipertensi dapat dibagi menjadi 2, diantaranya:

·         Hipertensi urgensi, yakni tekanan darah tanpa adanya gejala dari kerusakan organ lain

·         Hipertensi emergensi, yakni kenaikan tekanan darah yang disertai dengan kerusakan organ lain. Contohnya seperti saraf, jantung, dan ginjal

Gejala Krisis Hipertensi

Umumnya, krisis hipertensi terjadi pada pasien yang memiliki riwayat hipertensi sebelumnya dengan kepatuhan minum obat yang kurang baik. Gejala umum yang dirasakan adalah nyeri kepala, namun juga ditemukan gejala berat seperti berikut:

·         Lumpuh sebagian tubuh kiri/kanan

·         Nyeri dada kiri

·         Penurunan kesadaran

·         Sesak napas

Cara Mencegah Krisis Hipertensi

Berikut adalah cara bagaimana mencegah terjadinya krisis hipertensi, diantaranya:

·         Pasien dengan riwayat hipertensi wajib mengonsumsi obat anti-hipertensi secara rutin, dan melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala

·         Rutin berolahraga, disarankan olahraga cardio seperti jogging dan berenang

·         Hindari mengonsumsi makanan tinggi garam dan tinggi akan lemak jenuh

·         Hindari merokok

·         Menjaga berat badan ideal

Pengobatan Krisis Hipertensi

Berikut adalah beberapa cara pengobatan krisis hipertensi, diantaranya:

·         Pasien dengan riwayat hipertensi penting untuk rutin mengonsumsi obat-obatan anti-hipertensi harian

·         Hipertensi yang tidak terkontrol dapat berakibat fatal bahkan dapat menyebabkan kematian apabila tidak ditangani dengan tepat dan cepat

·         Pasien dengan hipertensi urgensi tanpa adanya kerusakan dari organ lain, umumnya masih dapat dilakukan rawat jalan dengan catatan perlu pemantauan tekanan darah dan konsumsi obat antihipertensi secara rutin (disarankan untuk meiliki alat tensi pribadi)

·         Pasien dengan hipertensi emergensi dengan adanya kerusakan organ perlu dilakukan rawat inap dengan tujuan untuk observasi kondisi klinis.

Narasumber:

Franky Angijaya Tumiwa, dr., Sp.PD (Spesialis Penyakit Dalam - Internis Medicine)

Untuk informasi lebih akurat, dapat konsultasi dengan dokter di RS Melinda 2 atau dapat langsung menghubungi website kami di www.rsmelinda2.com