Kontroversi Masalah Penggunaan Dot Bayi

Masalah penggunaan dot bayi atau empeng kerap menimbulkan kontroversi. Padahal dot menjadi alat bantu para orang tua untuk menenangkan dan memberikan rasa nyaman pada bayinya ketika mereka mulai rewel. Berikut beberapa kontroversi yang sering muncul akibat penggunaan dot bayi.

 

Penyapihan dini

Banyak pendapat yang menghubungkan antara dot dan inisiasi serta durasi menyusu. Ada satu pendapat menyatakan bahwa pengenalan dot terlalu awal dapat menyebabkan bayi menjadi terbiasa dengan puting buatan dan menolak payudara alami. Akibatnya, bayi kurang menyusu pada payudara ibunya sehingga menyebabkan penyapihan dini. Pendapat lain menyatakan bahwa efek penggunaan dot sampai 5 hari pertama kehidupan bayi, tidak memiliki hubungan dengan durasi menyusu. Hubungan penggunaan dot dan penyapihan dini lebih berkaitan dengan adat kebiasaan, motivasi, dan faktor psikologis.

Infeksi

Penggunaan dot sering dihubungkan dengan infeksi pada bayi, seperti otitis media akut (OMA), diare, dan infeksi saluran napas. OMA adalah salah satu infeksi yang paling umum terjadi pada masa kanak-kanak. Risiko terkena OMA berbanding terbalik dengan frekuensi menyusui dan memiliki hubungan positif dengan infeksi saluran pernapasan atas, jumlah saudara kandung, dan orang tua perokok. Aktivitas menyedot yang terjadi ketika bayi mengempeng dapat menarik cairan dari kerongkongan ke saluran tengah telinga, sehingga telinga bayi lebih mudah terinfeksi bakteri.

Maloklusi dan karies gigi

Penggunaan dot berkepanjangan berkaitan erat dengan timbulnya masalah gigi, seperti maloklusi (kelainan susunan gigi geligi atas dan bawah yang berhubungan dengan bentuk rongga mulut serta fungsi) dan karies gigi. Beberapa penelitian membuktikan bahwa penggunaan dot yang berkepanjangan, yaitu 2 tahun atau lebih memang menimbulkan karies gigi. Terlebih jika penggunaan dot dilakukan sambil tidur.

Tapi, jika bayi hanya sesekali mengempeng dan hanya sampai umur 1 tahun, maka tidak ada masalah dengan perkembangan giginya. Makin lama penggunaan dot, akan makin tinggi risiko kerusakan gigi. Selain itu, The American Dental Association (2005), mengeluarkan rekomendasi untuk tidak memberikan dot yang diberi pemanis, hal ini dimaksudkan untuk menghindarkan terjadinya karies.

Efek menenangkan

Non-nutritive sucking (NNS) / ngempeng, atau menghisap ibu jari adalah mekanisme untuk menentramkan dan menenangkan bayi. Penggunaan dot sebagai NNS lebih dianjurkan daripada ibu jari atau benda lainnya. Selain mudah disterilkan, penggunaan dot juga relatif lebih mudah disapih. Beberapa penelitian menyebutkan NNS mempunyai peranan positif pada bayi kecil yang dirawat di NICU. Selain menenangkan dan memberikan rasa nyaman, NNS juga memperkuat otot-otot mulut sehingga memudahkan proses pemberian minum oral setelah sebelumnya menggunakan selang.

Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)

SIDS adalah kematian bayi sampai umur 1 tahun, yang terjadi mendadak dengan penyebab tidak diketahui. Namun, SIDS diduga terjadi karena belum sempurnanya peran kontrol autonomik sistem kardiorespirasi, serta gagalnya respon bangun pada waktu bayi tidur. Penelitian yang dilakukan beberapa peneliti lain pada tahun 1993 menyebutkan bahwa penggunaan dot dapat menurunkan kemungkinan terjadinya SIDS.

Terkait masalah penggunaan dot bayi, pemberian dot memiliki dampak positif dan negatif. Selain dot dapat menenangkan bayi ketika rewel atau gelisah, memberikan kepuasan, serta mengurangi risiko terjadinya SIDS, dot bayi juga dapat menyebabkan penyapihan dini, peningkatan infeksi saluran cerna, saluran pernapasan, maupun OMA. Terlepas dari banyaknya kontroversi, menyusui bayi secara alami jauh lebih baik dibanding pemberian dot.

 

 

Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .