Halo Moms..apakah sebelumnya pernah mendengar istilah hamil anggur?atau hamil kosong?yapp hamil anggur atau hamil kosong itu nama lainnya adalah blighted ovum. Pada kondisi hamil kosong, sel telur yang dibuahi menempel di rahim tapi tidak berkembang menjadi embrio. Tidak ada janin yang tumbuh di dalam kantung embrio.
Dinyatakan positif hamil tentu menjadi suatu berkah yang sangat disyukuri. Namun bagaimana bila dalam perjalanannya, kehamilan kamu didiagnosis sebagai hamil kosong?
Meski merasa sedih, kamu mungkin penasaran mengenai tanda-tanda hamil kosong dan apa saja penyebabnya?
Kehamilan dimulai dari terjadinya proses pembuahan. Normalnya, bakal janin akan terbentuk dalam waktu sekitar 2 minggu setelah pembuahan, kemudian diikuti terbentuknya kantung ketuban pada usia kehamilan 5–6 minggu.
Namun, pada kehamilan kosong, baik embrio maupun kantung ketuban tidak terbentuk, sehingga tidak ditemukan janin di dalam kandungan, meskipun wanita yang mengalaminya telah mengalami tanda-tanda kehamilan.
Tanda-tanda kehamilan kosong umumnya tidak jauh berbeda dengan kehamilan normal, yaitu:
- Telat haid
- Mual
- Muntah
- Payudara terasa kencang
- Perdarahan ringan dari vagina
- Kram ringan
Selain itu, kehamilan kosong juga dapat memberikan hasil positif pada pemeriksaan kehamilan dengan test pack. Hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan hormon kehamilan hCG, padahal nyatanya tidak ada janin yang berkembang.
Akan tetapi, tanda-tanda kehamilan yang dirasakan akan menghilang seiring menurunnya kadar hormon kehamilan tersebut pada minggu-minggu berikutnya. Jika tanda kehamilan bisa dirasakan di sepanjang masa kehamian, tanda-tanda kehamilan kosong biasanya berlangsung dalam waktu yang singkat.
Penyebab Blighted Ovum
Penyebab blighted ovum belum dapat diketahui secara pasti. Namun, umumnya kondisi ini terjadi akibat adanya kelainan kromosom pada sel telur. Akibatnya, proses pembelahan sel menjadi tidak sempurna.
Pada kondisi ini, pembuahan tidak menghasilkan embrio dan berhenti berkembang. Selanjutnya tubuh akan menghentikan proses kehamilan. Saat mengalami blighted ovum, maka kehamilan tidak dapat dipertahankan lagi.
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya blighted ovum, yaitu:
- Kualitas sel telur
- Kualitas sperma
- Genetik, terutama jika suami dan istri memiliki hubungan kekerabatan yang dekat
Gejala Blighted Ovum
Pada kondisi kehamilan normal, sel telur yang telah dibuahi oleh sel sperma akan mengalami pembelahan sel. Sekitar 10 hari kemudian, sebagian dari sel-sel tersebut akan membentuk embrio dan berimplantasi ke dinding rahim, sementara sebagian sel lainnya akan membentuk plasenta dan kantong kehamilan.
Blighted ovum terjadi ketika pembentukan embrio ini gagal terjadi atau ketika embrio berhenti berkembang. Kondisi ini bisa tidak menimbulkan gejala apa pun. Pada beberapa kasus, blighted ovum bisa ditandai dengan munculnya gejala keguguran.
