Depresi
adalah gangguan mental yang mempengaruhi cara bertindak dan cara berpikir
seseorang. Seseorang yang mengalami depresi cenderung merasakan kesedihan yang
mendalam & kehilangan minat untuk melakukan aktivitas yang biasa dilakukan
dalam kurun waktu yang lama.
Data
epidemiologi depresi menunjukkan bahwa gangguan ini merupakan penyebab
disabilitas kedua tertinggi di seluruh dunia. Depresi juga dilaporkan sebagai
penyebab disabilitas utama pada remaja dan merupakan kontributor utama perilaku
bunuh diri.
Menurut catatan Riset Kesehatan Dasar
(Riskesdas) dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (2018), prevalensi
gangguan emosional pada penduduk berusia 15 tahun ke atas, meningkat dari 6% di
tahun 2013 menjadi 9,8% di tahun 2018. Prevalensi penderita depresi di tahun
2018 sebesar 6,1%.
Depresi yang tidak tangani lebih lanjut akan
mempengaruhi gaya hidup seseorang seperti gangguan hubungan sosial, penurunan
produktfitas kerja hingga munculnya pikiran buruk yang sangat membahayakan
individu seperti pikiran untuk bunuh diri.
Maka dari itu, penting bagi kita untuk mengenali gejala & tanda
depresi seperti berikut:
Gejala
utama dari depresi adalah:
·
Afek Depresif (suasana hati yang
negatif dan penuh kesedihan)
·
Kehilangan minat dan kegembiraan (tidak dapat menikmati hal-hal yang biasa disukai)
· Berkurangnya energi, sehingga mudah lelah dan menurunnya aktivitas
Gejala
lainnya yang menyertai:
·
Menurunnya konsentrasi
·
Kepercayaan diri berkurang
·
Gagasan rasa bersalah dan tidak berguna
·
Pandangan masa depan suram dan pesimistis
·
Gagasan atau perbuatan yang membahayakan diri atau
bunuh diri
·
Tidur terganggu
·
Nafsu makan berkurang
Apakah semua yang memiliki gejala dapat dikatakan mengalami gangguan
depresi?
Gangguan depresi dapat ditegakkan apabila 2 dari 3
gejala utama terjadi selama sekurang-kurangnya 2 minggu. Tetapi periode lebih
pendek dapat diterima jika gejala luar biasa berat dan berlangsung cepat.
Gangguan depresi dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
·
Ringan
·
Sedang
·
Berat
Tidak semua dari mereka yang mengalami gejala pada
gangguan depresi memiliki diagnosis depresi. Mereka dengan gejala depresi
mungkin memiliki gangguan psikiatri lainnya seperti gangguan afektif bipolar,
psikosomatis atau gangguan kepribadian.
Jika saya atau teman saya mengalami
gejala depresi, apa yang bisa saya lakukan?
Jika
anda mengalami gejala depresi, segera
lakukan pemeriksaan ke dokter psikiatri/jiwa. Dokter spesialis psikiatri akan
menilai kondisi kesehatan mental anda dan berdiskusi mengenai solusinya, dan jika
anda mengenal seseorang yang memiliki kondisi depresi dan rentan untuk
menyakiti diri sendiri atau bunuh diri, ajaklah ia berbicara, dengarkan, dan
jangan menghakimi kondisi yang sedang dia alami, rekomendasikan atau bila perlu
temani untuk konsul ke dokter spesialis psikiatri.
Selain
itu, melakukan pola hidup sehat, psikoterapi, dan/ atau obat dapat membantu
anda untuk meringankan beban dan membantu mengatasi gejala depresi dan gangguan
psikiatri yang ada
Healing is a process and you don’t have to
do it alone.
Narasumber:
Shelly Iskandar dr., Sp.Akp., Sp.KJ.,
Msi, PhD
Spesialis
Kedokteran Jiwa / Psikiater
RS Melinda 2
Untuk informasi
lebih akurat, dapat konsultasi dengan dokter di RS Melinda 2 atau dapat
langsung menghubungi website kami di www.rsmelinda2.com
