Fungsi Plasenta Untuk Ibu Hamil dan Janin

Plasenta atau tembuni adalah suatu organ dalam kandungan pada masa kehamilan. Pertumbuhan dan perkembangan plasenta penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin. Ari-ari atau Plasenta adalah organ yang memainkan peran penting selama kehamilan, organ inilah yang bertanggung jawab menyalurkan darah dan nutrisi dari ibu ke janin. Fungsi penting ini membuat bayi tetap hidup dan sehat selama di dalam rahim. Selain itu, masih banyak fungsi plasenta yang lain, mari kita kupas tuntas semuanya disini.

Mengapa plasenta begitu penting?

Selama kehamilan, hampir sekitar 550 mililiter darah per menit dipompa ke rahim untuk mengantarkan nutrisi dan oksigen kepada janin. Proses ini tentu saja hanya bisa diperantarai oleh plasenta. Ibarat sebuah charger perangkat elektronik, ia menyaring, memproses, lalu menyalurkan.

inilah struktur yang menunjang fungsi plasenta

Tidak hanya berfungsi memberi nutrisi dan oksigen yang cukup untuk bayi, plasenta berfungsi membuang produk limbah yang ada pada darah bayi, dan masih banyak lagi fungsi plasenta lainnya.

Tak heran, pertumbuhan dan perkembangan plasenta penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin. Karena memiliki peran yang sangat penting, maka menjaga kondisi plasenta sangat penting demi kelancaran kehamilan.

Fungsi plasenta bagi janin ini sangat penting untuk menjaga janin tetap hidup selama di dalam kandungan.

Penghasil Hormon

Fungsi plasenta bagi janin pertama sebagai kelenjar untuk melepaskan semua hormon penting yang diperlukan untuk membantu pertumbuhan bayi dan persiapan menyusui. Beberapa hormon yang dilepaskan oleh plasenta seperti Human Chorionic Gonadotropin (hCG), progesterone, estrogen, dan human lactogen plasenta.

Hormon-hormon inilah yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan aliran darah, merangsang pertumbuhan rahim, dan jaringan payudara, memperkuat lapisan rahim, dan mempercepat metabolisme tubuh ibu hamil.

Memberikan Nutrisi Pada Janin

Saat makan, tubuh seseorang akan memecah makanan dan protein agar masuk ke aliran darah. Nah, selama kehamilan, nutrisi yang dibawa melalui aliran darah akan dialirkan ke plasenta.

Melalui tali pusar yang terhubung ke bayi, asupan nutrisi ini akan ditransfer langsung ke janin. Hal inilah yang kemudian menjadi makanan si Bayi selama kehamilan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembanganya.

Itu sebabnya, sangat penting bagi ibu hamil untuk memerhatikan asupan nutrisi dan gizi selama kehamilan.

 

Penyimpanan

Plasenta menyimpan glikogen, lemak, zat besi, dan lain-lain yang pada akhirnya untuk memenuhi kebutuhan janin. Fungsi plasenta ini amat penting karena hati janin belum terbentuk sempurna.

Barrier penyaring darah ibu

Plasenta berfungsi sebagai penghalang yang efisien (dinding pertahanan) yang mampu menyaring darah ibu sebelum disalurkan ke janin. Beberapa zat berbahaya atau bibit penyakit yang ada dalam darah ibu sebagian dihalangi sehingga tidak bisa masuk ke dalam darah janin.

Namun beberapa zat berbahaya seperti nikotin dari rokok dan obat adiktif seperti heroin masih bisa melewati plasenta. Karena itu, ibu hamil sebaiknya menghindari rokok dan narkoba. Dan beberapa jenis virus juga masih bisa melewatinya.

Melindungi Bayi Dari Infeksi

Sebelum melahirkan, bayi mendapat antibodi melalui plasenta. Antibodi membantu memberikan perlindungan sistem kekebalan tubuh untuk awal kehidupan bayi.

Pada beberapa situasi, plasenta dapat membantu melindungi janin dari infeksi saat berada di dalam rahim. Jika ibu hamil memiliki infeksi bakteri, plasenta membantu melindungi bayi dari infeksi bakteri tersebut.

Namun dalam beberapa kasus infeksi virus yang serius, plasenta mungkin tidak bisa memberikan perlindungan yang efektif.

Menyaring Zat Berbahaya

Fungsi plasenta yang lainnya pada bayi bertindak seperti ginjal, yaitu menyaring darah untuk menghilangkan zat-zat berbahaya dan zat buangan yang tidak diperlukan.

Contohnya karbondioksida, yang kemudian diteruskan ke aliran darah ibu hamil untuk kemudian dibuang oleh sistem pada peredaran darah dalam tubuh.