Kehamilan berisiko tinggi dapat menimbulkan tantangan sebelum, selama atau setelah melahirkan. Jika Moms memiliki kehamilan berisiko tinggi, Moms dan si janin mungkin memerlukan pemantauan atau perawatan khusus selama kehamilan.
Sebaiknya pahami lebih dahulu apa saja yang menyebabkan kehamilan berisiko tinggi, dan apa yang dapat Moms lakukan untuk merawat diri dan janin Moms.
Apakah Kehamilan Berisiko Tinggi?
Kehamilan dianggap berisiko tinggi bila ada potensi komplikasi yang bisa memengaruhi ibu, bayi, atau keduanya.
Menurut dr. Alvin Setiawan, SpOG, M.Kes, DMAS dari Thomson Specialist Centre, kehamilan berisiko tinggi adalah suatu keadaan ibu hamil yang bisa menyebabkan janin yang dikandungnya tidak dapat tumbuh dengan sehat, bahkan dapat menimbulkan kematian pada mama dan janin.
Apakah Faktor Pemicu Kehamilan Berisiko Tinggi?
Berikut adalah faktor risiko kehamilan meliputi:
1. Usia ibu. Wanita yang berusia di bawah 17 tahun atau di atas usia 35 ketika hamil merupakan risiko komplikasi yang lebih besar dibandingkan usia remaja akhir dan awal 30-an. Risiko keguguran dan cacat genetik semakin meningkat setelah usia 40 tahun.
Kondisi medis yang ada sebelum hamil. Kondisi seperti tekanan darah tinggi; masalah paru-paru, ginjal, atau jantung; diabetes; penyakit autoimun; penyakit menular seksual (PMS); atau infeksi kronis seperti human immunodeficiency virus (HIV) dapat menimbulkan risiko bagi ibu dan/atau janin.
Riwayat keguguran, masalah dengan kehamilan sebelumnya, atau riwayat kelainan genetik keluarga juga merupakan faktor risiko kehamilan berisiko tinggi.
2. Gaya hidup penyebab kehamilan risiko tinggi
Kehamilan risiko tinggi tidak hanya disebabkan oleh penyakit yang dimiliki ibu sebelum kehamilan, tapi juga bisa disebabkan karena gaya hidup tidak sehat seperti mengonsumsi minuman beralkohol, merokok, dan penyalahgunaan obat. Hal-hal ini bisa meningkatkan risiko bayi lahir mati, prematur, berat badan lahir rendah, dan cacat lahir.
3. Komplikasi kehamilan
Ibu yang dinyatakan sehat sebelum hamil (tanpa kondisi medis yang mendasarinya) juga berisiko memiliki kehamilan risiko tinggi. Masalah kehamilan yang bisa terjadi dan meningkatkan risiko kehamilan Anda adalah sebagai berikut:
- Cacat lahir. Cacat lahir sebenarnya bisa dideteksi melalui USG atau pengujian genetik sebelum kelahiran. Jika cacat lahir pada janin sudah didiagnosis, maka Anda harus mendapatkan perhatian dan perawatan ekstra dari para tenaga medis.
- Diabetes gestasional. Diabetes gestasional adalah diabetes yang terjadi selama kehamilan. Diabetes Gestasional yang tidak segera mendapatkan penanganan membuat Anda memiliki risiko melahirkan prematur, tekanan darah tinggi, dan preeklampsia. Konsultasikan dengan dokter untuk penanganannya lebih lanjut.
- Perkembangan janin lambat. Perkembangan janin biasanya akan selalu masuk ke dalam pemeriksaan penting setiap kali Anda berkunjung ke dokter kandungan. Dalam beberapa kasus, jika janin tidak berkembang sebagaimana mestinya, Anda memerlukan pengawasan ekstra dari tenaga medis hal ini meningkatkan kehamilan risiko tinggi dengan melahirkan secara prematur.
- Hamil kembar. kehamilan kembar termasuk berisiko tinggi karena bisa meningkatkan risiko Anda untuk melahirkan secara prematur. Kehamilan kembar juga sangat memengaruhi kondisi fisik Anda.
- Preeklampsia. Kondisi serius ini biasa terjadi saat kehamilan trimester kedua, Anda akan mengalami tekanan darah tinggi. Preeklampsia bisa memengaruhi perkembangan janin dan kesehatan Anda. Gangguan kehamilan ini juga meningkatkan kelahiran prematur.
Bagaimana cara meningkatkan kehamilan yang sehat?
Pertimbangkan langkah-langkah berikut ini:
- Jadwalkan pertemuan prakonsepsi.
- Jika menggunakan teknologi terbaru agar cepat hamil, pertimbangkan risiko persalinan prematur yang lebih tinggi.
- Melakukan perawatan rutin prenatal.
- Konsumsi lebih banyak asam folat, kalsium, zat besi dan nutrisi penting lainnya.
- Berhenti merokok, minum alkohol dan obat-obatan terlarang serta obat atau suplemen apa pun tanpa rekomendasi dokter.
- Kurangi berat badan.
- Olahraga teratur
