Dapatkan Manfaat Sunat pada Anak di Waktu yang Tepat

Sunat atau khitan sudah dikenal dan dilakukan selama 4.000 tahun di berbagai belahan bumi dan alasan yang berbeda-beda. Di Indonesia sendiri, menyunat anak lelaki pada keluarga yang beragama Islam merupakan suatu kewajiban dan telah membudaya.

Biasanya anak disunat, pada waktu mereka duduk di bangku sekolah dasar (SD). Namun sunat bisa dilakukan mulai dari bayi baru lahir hingga dewasa, oleh ahli sunat tradisional seperti bengkong, bisa juga dokter bedah atau dokter lain yang biasa mengerjakannya.

Sunat yaitu dipotongnya kulit kuncup ujung penis sehingga kepala penis terlihat. Dipotong atau diirisnya kulit yang menutupi kepala penis ini sekaligus membersihkan daerah tersebut dari kotoran yang disebut smegma. Bukti baru menyebutkan, sunat dapat mencegah tertularnya HIV serta penyakit lain yang mematikan jutaan orang.

Penelitian yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Amerika Serikat, di Afrika Selatan, Kenya, dan Uganda antara tahun 2005 dam 2007, menunjukkan bahwa sunat pada laki-laki dewasa dapat mengurangi resiko tertular HIV hingga 50-60 persen.

Selain mengurangi resiko HIV, riset juga menunjukkan sunat memperkecil resiko terkena HPV (virus penyebab kanker leher rahim) dan herpes. Perempuan yang berhubungan seks dengan pria yang bersunat sedikit kemungkinan akan terkena HPV dan infeksi bakteri.


Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .