Dampak Gadget untuk Anak Menurunkan Prestasi Belajar, Benarkah?

Dampak gadget untuk anak akan terasa positif bila orang tua mendampingi dan menerapkan aturan khusus dalam penggunaan gadget. Namun, apa yang terjadi bila anak sudah kecanduan gadget? Gadget tentu berpengaruh terhadap perkembangan anak usia dini, baik secara fisik, kognitif, emosi, sosial, maupun motorik.

Anak yang hobi bermain gadget selama berjam-jam lamanya, menjadikannya sebagai pribadi yang cuek dan merasa asing dengan lingkungan sekitar karena kurangnya interaksi. Penggunaan gadget yang tidak terkontrol juga bisa membuat prestasi belajar si anak jadi menurun.

Dalam satu pengamatan sederhana di salah satu prasekolah, terbukti bahwa prestasi anak yang bermain gadget terlihat menurun dibanding prestasi anak yang rajin membaca dan tidak bermain gadget. Anak yang tidak bermain gadget, prestasinya semakin baik, bahkan mampu melampaui anak-anak yang hobi bermain gadget.

Gadget mempengaruhi beberapa perkembangan dan prestasi belajar anak, di antaranya:

 

Penurunan konsentrasi belajar

Konsentrasi anak menjadi lebih pendek dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Anak cenderung lebih senang berimajinasi menjadi tokoh game yang sering ia mainkan menggunakan gadget-nya.

Lemah menganalisa permasalahan

Anak menjadi malas mencari data dan tidak tertantang untuk menganalisa permasalahan. Ia menginginkan sesuatu serba cepat dan langsung melihat hasilnya, tanpa memedulikan proses untuk mencapai hasil akhir tersebut.

Malas membaca

Fitur menarik dari gadget menyuguhkan tampilan visual yang menggoda. Ini justru membuat anak cenderung lebih memilih bermain gadget ketimbang membaca. Padahal membaca sangat bagus untuk mengembangkan imajinasi dari kesimpulan yang dibaca.

Menurunnya kemampuan bersosialisasi

Tidak heran jika anak yang kecanduan bermain gadget menjadi tidak peduli dengan lingkungan sekitar serta tidak memahami etika bersosialisasi. Anak selalu menginginkan segala sesuatu secara instan ada dan terwujud, karena terbiasa mendapat pemahaman melalui games atau tontonan.

Di samping sisi negatifnya, ada sisi positifnya juga. Salah satunya adalah terus-menerus menghadirkan informasi terkini, sehingga bermanfaat sebagai sarana untuk membangun kreativitas anak. Pola pikir anak yang kreatif dapat terbentuk jika pemanfaatan gadget diimbangi dengan interaksi anak dengan lingkungan sekitarnya.

 


Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .