Dampak Anak Menonton TV, Bikin Obesitas?

Dampak anak menonton tv cenderung akan mendapatkan berat badan yang berlebih. Studi secara konsisten menemukan bahwa terlalu lama serta seringnya anak menonton tv akan semakin besar kemungkinan mereka untuk mendapatkan berat badan berlebih. Hubungan antara obesitas dan anak menonton tv adalah lemak terakumulasi selama bertahun-tahun, sehingga semakin menumpuk lemak. Ketika anak-anak makan lebih banyak makanan daripada tubuh mereka butuhkan untuk pertumbuhan dan aktivitas normal, kalori ekstra disimpan dalam sel lemak untuk digunakan nanti. Jika anak menonton tv terus, mereka akan menyimpan lemak lebih banyak dan dapat mengembangkan obesitas.

Asupan makan pada anak-anak meningkat setelah terpapar iklan makanan, dan mereka lebih cenderung memilih produk yang diiklankan. Anak menonton tv cenderung melihat makanan yang dipromosikan pada iklan adalah baik serta sehat bagi tubuh. Sebagian besar waktu, makanan di iklan yang ditujukan untuk anak-anak biasanya tinggi gula, garam, atau lemak. Penelitian menemukan bahwa iklan makanan pada layar kaca memiliki pengaruh terhadap konsumsi pangan saat anak menonton tv. Banyak penelitian menunjukkan bahwa dampak anak menonton tv dikaitkan dengan asupan kalori yang lebih besar. Ada bukti bahwa menghabiskan terlalu banyak waktu duduk di tempat kerja atau di rumah meningkatkan risiko menjadi obesitas serta penyakit kronis bahkan kematian dini.

Tentu saja, anak menonton tv menghabiskan banyak waktu duduk daripada berkegiatan secara aktif. Orang tua dapat membatasi waktu anak menonton tv tidak lebih dari dua jam per hari, begitupun dengan bermain video game atau komputer. Tetap aktif membantu mengurangi dampak anak menonton tv dengan mengajaknya untuk terus bergerak aktif dalam kegiatan olahraga atau bermain di luar bersama teman-temannya. Menciptakan lingkungan yang mendukung gaya hidup aktif akan mengambil perubahan pada kesehatan keluarga sekaligus mengurangi dampak anak menonton tv.