Cara menyimpan asi perah di kulkas sudah banyak dilakukan oleh para ibu yang harus meninggalkan bayinya untuk bekerja. Umumnya para Ibu yang sibuk bekerja pasca melahirkan enggan untuk melewatkan pemberian ASI eksklusif bagi bayi. Maka banyak Ibu yang memerah dan menyimpan susu perahan Ibu di dalam kulkas agar tidak basi. Karena ASI merupakan sumber makanan yang terbaik bagi pertumbuhan si kecil, maka menyimpan susu perahan dalam lemari pendingin merupakan solusi disaat Moms tidak dapat menyusui secara langsung. Namun, tidak sedikit para ibu salah saat melakukan cara menyimpan asi di kulkas.
ASI yang sudah dimasukkan ke lemari pendingin tersebut bisa dikonsumsi oleh si kecil selama 24 jam. Jadi, Anda tidak perlu khawatir, ASI yang disimpan di suhu 0-4 derajat celcius akan bertahan selama 3-8 hari dan masih aman dikonsumsi oleh si kecil. Namun, jangan lupakan menyimpan ataupun merawat botol susu yang tentunta bisa berpengaruh pada kehigienisan serta ketahanan ASI. Botol susu memang membantu sekali bagi ibu yang sibuk bekerja agar tidak terkendala dalam memberikan ASI setiap hari. Berikut cara menyimpan asi perah di kulkas yang umumnya jarang diketahui ibu menyusui.
-
Jangan isikan ASI terlalu penuh karena ASI akan mengembang.
-
2. Berikan label tanggal pada botol ASI sehingga ASI yang sudah lama disimpan bisa dipakai terlebih dahulu dan tidak basi,
-
3. ASI segar yang disimpan dalam lemari es dengan sushu 0-4 derajat Celcius bisa bertahan 3-8 hari dan aman dikonsumsi. Sedangkan, jika disimpan dalam freezer, ASI bisa bertahan dua minggu hingga 6 bulan. Bahkan jika suhu freezer mencapai 18 derajat celcius, ASI bisa bertahan selama 6-12 bulan.
-
4. Letakkan botol susu ASI di bagian belakang atau bagian paling dingin lemari es agar tidak terlalu terpengaruh dengan perubahan suhu.
-
ASI yang disimpan di dalam lemari es, harus segera digunakan dalam setengah jam setelah berada di suhu ruangan.
Setelah ASI dikeluarkan dari lemari pendingin sebaiknya jangan biarkan ASI terlalu lama di luar ruangan, segera letakkan di wadah untuk dipanaskan. Saat ASI mau dipanaskan, usahakan jangan sampai mendidih. Lebih baik jangan memanaskannya langsung di atas kompor, sebaiknya panaskan ASI dengan metode steam. Pastikan pilih botol susu ASI yang aman bagi bayi, dan terbuat dari bahan Polypropylene (PP) serta tidak mengandung BPA (Bisphenol-A). Semoga artikel cara menyimpan asi di kulkas, dapat membantu Anda dalam memberikan makanan bernutrisi tinggi pada si kecil.
