Cara Mengatasi Anak Yang Mudah Marah

Umumnya anak-anak mengekspresikan emosi marah dengan cara menjerit, marah-marah, bahkan mengamuk. Hal ini wajar kok, sebab meski Si Kecil paham bahwa berperilaku baik merupakan hal yang disukai orang-orang disekitarnya, tetapi pemahaman itu enggak disertai dengan kematangan. 

Marah adalah emosi alamiah dan ada pada setiap orang, biasanya perilaku ini akan timbul bila manakala keinginan tidak dapat terpenuhi karena terhambat suatu kendala. Umumnya, anak-anak meluapkan rasa kesal dengan cara mengamuk, menjadi galak, menjerit, atau menangis dramatis.

Selain membuat Moms merasa terganggu, tentu saja anak galak dan suka marah akan membuat Moms khawatir dia tak disukai dan dijauhi oleh teman-temannya.

Bagaimana cara mengatasinya?

1. Ketahui penyebab kemarahannya.

Hal pertama yang perlu dilakukan saat anak marah adalah Mama harus mencari tahu dulu penyebab kemarahannya, entah itu karena memiliki masalah di sekolah atau lingkungan mainnya.

Selain itu ada beberapa hal sederhana yang menyebabkan seorang anak mudah marah, misalnya karena lapar atau kondisi kesehatan anak yang sedang tidak begitu baik.

2. Disiplinkan dengan Cara Khusus.

Selain mengenalkan emosi, cara mengatasi anak yang suka marah-marah juga bisa dengan mendisiplinkan dirinya dengan cara khusus. Hati-hati, mendisiplinkan anak sensitif seperti sifat pemarah dengan keras, justru malah membuatnya makin tertekan. 

3. Ajari sikecil mengelola emosi.

Mulailah mengajari Si Kecil tentang emosinya. Misal, Moms bisa katakan, "Kamu terlihat marah sekarang." Kemudian, Moms dapat memulai percakapan tentang perasaannya saat itu dengan mengaitkannya pada tokoh atau karakter dalam buku atau film.

"Kamu seperti karakter Hulk, ya, yang suka marah." Setelah itu, ajak Si Kecil untuk berkaca pada tokoh atau karakter tersebut bagaimana cara mengelola emosi tersebut.

4. Komunikasi dua arah.

Sebagai orangtua, sangat penting untuk menjalin komunikasi yang baik dengan anak. Namun, terkadang komunikasi yang terjalin hanya komunikasi satu arah saja, dimana pihak orangtua yang lebih banyak mendominasi.

Sehingga ketika anak ingin menyampaikan pendapatnya pada orangtuanya, ia mengalami kesulitan yang menimbulkan sikap protes kepada orangtua dengan cara marah, ngambek, atau sampai merusak sesuatu.

5. Buat Rencana untuk Membantu Anak Tenang.

Ajari Si Kecil apa yang harus dilakukan ketika mereka mulai merasa marah. Alih-alih melempar mainan atau barang lain ketika mereka frustrasi atau kesal, ajari mereka strategi yang lebih sehat yang untuk membantu meredakan kemarahan. Contohnya, ajak mereka ke kamar selama beberapa menit untuk menenangkan diri ketika kemarahannya mulai memuncak.

So, Ingat, anak-anak yang suka marah-marah butuh bantuan kita untuk mengendalikan amarahnya.