Bermesraan di depan anak, bolehkah? Menunjukkan kemesraan depan anak sah-sah saja bagi pasangan suami istri. Namun, Anda perlu berhati-hati saat bermesraan depan anak, berapa pun usia anak Anda. Pasalnya anak akan mudah meniru apa yang dilakukan orang tuanya.
Anda boleh saja menunjukkan kemesraan depan anak, namun ada batasannya. Perbuatan, seperti mencium kening, mencium pipi, memeluk pinggang atau memanggil 'sayang' kepada pasangan masih terbilang wajar. Selain pada pasangan, hal tersebut juga bisa dilakukan kepada si kecil sebagai ungkapan rasa kasih sayang orang tua kepada anak.
Namun begitu, jangan tunjukkan kemesraan yang berlebihan, seperti berciuman bibir atau perbuatan mesra lainnya yang bisa mengundang gairah. Anak tidak akan mengerti apa yang diperbuat orang tuanya tersebut, maka dari itu dengan mudahnya mereka bisa meniru apa yang Anda perbuat. Terlebih jika anak sudah remaja, ia akan pensaran dan menimbulkan berbagai interpretasi.
Nah, untuk meminimalisir hal-hal di atas, tanamkan disiplin pada anak untuk selalu mengetuk pintu dahulu sebelum memasuki kamar orang tua ataupun orang lain. Ajarkan pula agar anak tidur terpisah dengan orang tua sejak kecil. Di samping membuat kegiatan Anda dan pasangan menjadi aman, anak pun akan belajar mandiri dan berani.
Tidak kalah penting, anak juga perlu diberikan pendidikan seks sejak dini, saat dia mulai mengerti perbedaan antara pria dan wanita. Anda bisa mengenalkan dahulu perbedaan alat reproduksi antara pria dan wanita dengan kata-kata baik, "Kenapa ibu memiliki dada besar sementara ayah tidak punya? Karena dada ibu berisi susu dan bertugas untuk menyusui bayi." Jadi, bermesraan di depan anak sebaiknya jangan ditunjukkan, untuk menjaga etika dan norma dalam keluarga.
