Beberapa Jenis Virus Yang Membahayakan Ibu Hamil

Kondisi kesehatan sangat penting dijaga oleh seorang wanita saat hamil. Pada trimester pertama kehamilan, yaitu usia 0-13 minggu kehamilan merupakan periode yang paling penting untuk perkembangan bayi.  Selama periode ini terjadi pembentukan organ-organ bayi seperti jantung, otak, saluran pernapasan, saluran pencernaan, anggota gerak, dan sebagainya. 

Pada umumnya selama masa kehamilan, daya tahan tubuh cenderung mengalami penurunan. Akibatnya, ibu hamil rentan terserang berbagai virus penyakit.

Virus dan bakteri biasanya tidak berbahaya, tapi bisa jadi menyebabkan kondisi yang berisiko lebih tinggi jika menyebabkan infeksi pada ibu hamil.

1. Cacar Air Yang Sangat Beresiko.

Tentunya ibu hamil pasti selalu berusaha menjaga kesehatannya agar janin tetap sehat. Tapi terkadang ibu hamil bisa saja terkena penyakit seperti infeksi cacar air.

Sementara jika ibu hamil dengan usia kandungan kurang dari 20 minggu terkena cacar air, maka sangat berisiko pada janin.

Pada umumnya infeksi cacar air ditandai demam yang disertai tidak enak badan, sakit kepala dan timbul gelembung kecil-kecil di kulit berwarna jernih. Gelembung-gelembung tersebut biasanya bermunculan di badan ibu hamil, lalu semakin menyebar ke seluruh tubuh dan wajah. 

Sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Di mana biasanya dokter akan merekomendasikan suntikan antibodi Varicella-zoster immune globulin (VZIG) untuk menghadapi virus ini.

2. Hepatitis Yang Terlihat Samar-Samar.

Di masa kehamilan, Hepatitis juga bisa menyerang kapan saja.

Namun pada ibu hamil sering kali tidak disadari, karena gejalanya terlihat samar-samar dan bahkan bisa tidak muncul sama sekali.

Sebenarnya ada dua jenis virus Hepatitis yang dapat menyerang ibu hamil, yaitu Hepatitis B dan Hepatitis C.

Hepatitis B adalah virus yang menginfeksi hati secara serius dan bisa menularkan virus ini kepada janin di dalam kandungan.

Sementara virus Hepatitis C menginfeksi hati dengan penularan yang sama, namun risikonya jauh lebih rendah dibandingkan dengan Hepatitis B.

Untuk menghindarinya, ibu hamil dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan. Di mana ibu hamil akan melakukan rangkaian tes darah.

Apabila didiagnosis positif virus hepatitis B, maka bisa dilakukan penanganan yang tepat demi menyelamatkan sang ibu dan bayi.

3. Rubella.

Rubella merupakan salah satu virus yang juga membahayakan apabila menyerang ibu hamil pada trimester pertama. Penyakit yang sering mengenai anak ini bergejala klinis menyerupai gejala klinis penyakit campak, yaitu diawali gejala sakit kepala, nyeri sendi, demam, nyeri tenggorokan, rasa tidak nyaman menyelimuti seluruh tubuh, dan kemerahan pada kulit. Gejala klinis yang membedakan adalah adanya pembesaran kelenjar getah bening pada belakang telinga.  Apabila menyerang wanita hamil terlebih trimester pertama dapat menyababkan gangguan pendengaran, kebutaan, dan kelainan intelektual pada bayi.

4. Herpes Yang Menyebabkan Luka di Bagian kelamin Moms.

Herpes merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus herpes simpleks dan bisa menyerang ibu hamil.

Di mana ada dua jenis virus yang dapat menyebabkan herpes, yaitu virus herpes simpleks (HSV) 1 dan virus herpes simpleks (HSV) 2.

HSV 1 merupakan herpes oral yang bisa menyebabkan luka di sekitar mulut. Sedangkan HSV 2 berupa herpes genital dapat menyebabkan luka di alat kelamin ibu hamil.

Virus ini bisa menyebabkan munculnya gelembung atau lepuh pada permukaan kulit yang disertai rasa sakit.

Penyakit herpes akan membahayakan kehamilan dan janin. Virus tersebut dapat ditularkan kepada janin melalui plasenta selama kehamilan. Di mana bayi yang lahir melalui vagina kemungkinan besar bisa terinfeksi herpes simplex.

Sementara untuk mencegahnya, maka sang dokter akan memberikan arahan agar ibu hamil melahirkan secara caesar.