Bahaya air ketuban banyak pada ibu hamil dapat menyebabkan kelahiran prematur, pendarahan hebat setelah melahirkan dan bahaya lainnya. Air ketuban sangatlah penting bagi kehamilan, khususnya perkembangan janin. Air ketuban melindungi janin saat berusia 12 hari setelah terjadi pembuahan.
Air ketuban bermanfaat menjaga janin agar selalu aman dan membantu perkembangan otot dan tulangnya. Cairan inilah yang dihirup sebagai udara oleh janin dan makanan mereka selama dalam kandungan. Air ketuban akan terus bertambah sampai usia kandungan mencapai 28 - 32 minggu, setelah itu selama 37 - 40 minggu jumlah cairan akan stabil.
Dibalik manfaatnya yang luar biasa, air ketuban berlebih juga bisa menimbulkan masalah dan berbahaya. Kelebihan air ketuban biasa disebut Polyhydramnios atau Hydramnios, dapat menyebabkan kelahiran prematur, permasalahan dengan tali pusar sang bayi, pendarahan hebat pada sang ibu setelah melahirkan, perkembangan bayi yang lamban sampai dengan kematian pada sang bayi.
Gejala yang timbul biasanya ibu akan mengalami perasaan tidak nyaman pada perut, permasalahan dalam pernapasan dan kontraksi-kontraksi. Bagi ibu yang mengalami Polyhydramnios atau Hydramnios bisa melakukan perawatan sebagai berikut:
1. Ultrasound
Jika seorang ibu hamil telah didiagnosa mengidap Polyhydramnios, maka ia kan menggunakan Ultrasound beresolusi tinggi untuk mengecek apakah bayinya dalam kondisi baik. Ultrasound ini juga tidak akan mempengaruhi perkembangan sang bayi dalam kandungan.
2. Amniocentesis
Jika dokter merasa air ketuban terlalu banyak, maka salah satu cara mengatasinya dengan proses Amnioreduction. Namun proses ini dapat menimbulkan beberapa masalah dan tidak menutup kemungkinan untuk kembali mengalami kelebihan cairan.
3. Pengobatan
Dengan pengobatan cairan yang berlebihan dapat dikurangi, namun pengobatan ini baru dapat dilakukan setelah kehamilan mencapai 32 minggu. Alasannya untuk mengurangi komplikasi yang lebih lanjut. Bagi ibu hamil yang mengidap penyakit diabetes ada baiknya untuk mengatur asupan gula agar tidak memperparah kenaikan jumlah cairan ini.
Agar bahaya air ketuban banyak pada ibu hamil dapat diminimalisir, segera konsultasikan kepada dokter ahli untuk penanganan lebih tepat.
