BAB bayi berdarah, anda harus tetap waspada sebagai orangtua. Hal ini biasanya disebabkan oleh gangguan yang terjadi dalam saluran pencernaan, baik saluran pencernaan atas maupun saluran pencernaan bawah. BAB berdarah ini bukan suatu penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit.
BAB berdarah terdiri dari tiga jenis pengelompokan, yakni :
-
Melena, ini merupakan BAB berdarah yang menyebabkan tinja berwarna kehitaman dan berbau amis.
-
Hematochezia, BAB berdarah ini menyebabkan tinja berwarna merah terang akibat darah.
-
Occult loss, darah dalam jenis BAB ini sangat sedikit, hingga bisa diketahui jika diperiksa ke laboratorium.
BAB berdarah bisa terjadi pada orang dewasa, anak-anak, hingga dewasa. Penyebabnya pun bermacam-macam selain masalah di saluran pencernaan. Adapun penyebab BAB berdarah yang lebih spesifik, ini dia :
-
Terkena bakteri hingga menyebabkan diare
-
Usus yang masuk ke dalam bagian usus lain kemudian terjepit (intususepsi)
-
Hernia inguinal yang terjepit
-
Radang usus besar
-
Penyakit Crohn (radang usus besar disertai luka)
-
Penyakit Kolitis Ulserativa
-
Diverticulum Meckel (adanya peradangan pada divertikel usus besar)
-
Penyakit Henoch Schonlein Purpura
-
Tumor di usus besar
-
Necrotizing Enterocolitis (NEC)
-
Adanya robekan di anus (anal fissure
Jika buah hati buang air besar dan terlihat tinjanya berwarna merah atau tak normal, anda jangan langsung panik. Bisa saja tinja berwarna seperti itu dikarenakan buah hati mengkonsumsi buah, sayuran, suplemen besi, atau pewarna makanan tertentu. Namun, jika BAB bayi berdarah dan tak wajar, lebih baik anda langsung memeriksakannya ke dokter. Dokter akan menangani dan mengobatinya dengan cepat dan tepat. Semoga informasinya bermanfaat.
