Sebagian ibu menyusui ingin istirahat sejenak dan tidak ingin hamil lagi, namun sebagian lainnya mungkin menginginkan hal berbeda. Ada beberapa ibu menyusui yang ingin hamil lagi dalam waktu dekat walaupun baru saja melahirkan. Tentu saja, itu keinginan yang normal.
Bahkan, beberapa ibu menyusui mungkin berpikir untuk mengonsumsi suplemen penyubur kandungan agar bisa segera diberikan momongan. Namun, apakah suplemen penyubur kandungan aman dikonsumsi ibu menyusui? Apakah suplemen itu bisa memengaruhi tumbuh kembang bayi?
Wendy Wisner, IBCLC, Konsultan Laktasi, seperti dilansir Romper, mengatakan bahwa beberapa obat penyubur yang diminum ibu menyusui mungkin saja memberikan pengaruh, sementara yang lainnya tidak. Ia pun lebih menyarankan agar Anda berkonsultasi terlebih dulu ke dokter sebelum mengonsumsi obat penyubur.
Sementara itu, Dr. Andrea Reh, Ahli Endokrin Reproduksi, mengimbau, apabila Anda ingin mengonsumsi obat penyubur kandungan, maka akan lebih aman bila Anda sudah berhenti menyusui selama 1-2 bulan.
Menurutnya, sama halnya dengan obat lainnya, obat penyubur yang Anda konsumsi bisa masuk ke dalam ASI.
"Menunda perawatan sebentar bisa menjadi pilihan yang lebih aman untuk bayi yang sedang menyusui," ujar Dr. Reh.
Terlebih, hingga kini diketahui bahwa beberapa obat kesuburan dapat mengganggu produksi ASI Anda, Moms. Misalnya saja, obat Clomid dan Femara, yang masing-masing dapat memengaruhi hormon, reseptor estrogen, dan produksi estrogen. Kendati hanya bersifat sementara, tapi ini dapat menurunkan suplai ASI.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam laman resminya juga menjelaskan bahwa obat apa pun yang dikonsumsi ibu menyusui bisa masuk ke dalam ASI. Namun, hanya sekitar 1 persen dari dosis obat saja yang sampai ke bayi. Itu artinya, selama proses menyusui berlangsung hanya sejumlah kecil saja dari kandungan obat yang akan dirasakan bayi.
Kendati hanya sedikit, hal ini bisa saja memengaruhi bayi Anda, Moms. Untuk itu, selama proses menyusui, Anda disarankan untuk tidak minum obat sembarangan.
