Sebuah penelitian menemukan hewan peliharaan seperti anjing dan kucing dapat menularkan bakteri yang dapat mengakibatkan kejang-kejang atau lebih dikenal dengan nama MRSA (methicillin-resistant Staphylococcus aureus). MRSA mampu melawan antibiotik dalam tubuh Anda. Bakteri ini telah lama ditemukan dan menyebar di rumah sakit, namun sekarang dapat dengan mudah ditemukan di rumah, bahkan menyerang daerah pantai.
Dua tahun yang lalu, para peneliti mulai mencurigai binatang-binatang peliharaan berperan sebagai alat transmisi bakteri ini. Infeksi bakteri ini dapat terjadi melalui gigitan binatang dan yang paling terancam ialah anak-anak. Anjing, kucing dan kuda merupakan binatang-binatang yang berpotensi besar dalam menyebarkan bakteri ini.
Sebuah fakta menunjukkan bahwa 1% yang mengunjungi ruang UGD rumah sakit di Amerika ialah pasien yang tergigit anjing atau kucing, wanita dan orang tua dianggap paling beresiko digigit oleh kucing, namun yang paling beresiko tinggi terkena efek gigitan binatang peliharaan ialah anak berusia 5-9 tahun. Dari semua kasus , 20%-nya mengalami infeksi berat. Infeksi ini disebabkan oleh Pasteurella, Streptococcus, Fusobacterium, dan bakteri Capnocytophaga dari mulut binatang, ditambah kemungkinan lainnya pathogens dari kulit manusia.
Perawatan yang dapat dilakukan terhadap luka gigitan (baik itu luka ringan ataupun berat) ialah dengan mencuci menggunakan saline bertekanan tinggi dan untuk beberapa kasus dibutuhkan antibiotik. Dan gigitan yang paling berbahaya ialah gigitan di tangan, lengan bawah, leher dan kepala.
Untuk informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/ .
